Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B yang dibangun PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memasuki babak baru. Uji coba perdana operasional dan layanan telah dilakukan pada Kamis (10/9/2026).
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menyatakan, uji coba ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan transportasi publik berbasis kereta api modern kepada masyarakat. Mereka dapat merasakan secara langsung layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai.
Untuk jadwal operasional lebih lanjut masih belum ditentukan. Jakpro sebagai pemilik proyek akan menetapkan jadwal berikutnya.
Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Baru Kantongi 47,8% dari Target Marketing Sales Rp 1,5 Triliun
"Pada keterangan sebelumnya, kami menginformasikan terkait jadwal waktu operasional terbatas. Namun saat ini informasi tersebut masih bersifat dinamis dan belum pasti, karena menunggu hasil keseluruhan uji coba," ungkap Paulus dalam keterangan resmi, Jumat (11/9/2026).
Ia menegaskan, seluruh tahapan pembangunan proyek senilai Rp 4,1 triliun itu telah rampung dikerjakan. Paulus memastikan, LRT Jakarta Fase 1B aman serta nyaman digunakan, karena sudah melewati berbagai rangkaian tes menyeluruh dan terstruktur.a
Dalam proses konstruksi, WSKT selalu mengutamakan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan. Konsistensi itu terlihat dari angka pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) pada pekerjaan LRT Jakarta 1B.
"Capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang terbatas seperti pembangunan LRT Jakarta Fase 1B,” jelas Paulus.
Waskita Karya membangun jalur LRT Jakarta sepanjang 6,4 kilometer dilengkapi lima stasiun mencakup Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, serta Manggarai. Semua stasiun itu dirancang agar bisa terintegrasi dengan angkutan umum lainnya.
"Kami meyakini, kehadiran LRT tidak hanya mendukung modernisasi dan konektivitas perkotaan tapi juga akan berdampak positif terhadap lingkungan. Penggunaan transportasi umum dapat mengurangi emisi karbon, sehingga mendorong target Net Zero Emission (NZE) yang sejalan dengan target pemerintah," tutur Paulus.
Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Berupaya Capai Target Penjualan Rp 2 T Sampai Akhir 2026
Sebagai informasi, uji coba yang telah dilaksanakan turut melibatkan berbagai kelompok peserta dari kalangan media dan kreator, meliputi media cetak dan elektronik, media luar ruang (out-of-home media), media daring, Key Opinion Leader (KOL), serta content creator.
Keterlibatan mereka diharapkan dapat memberikan gambaran secara langsung mengenai kesiapan operasional dan kualitas layanan LRT Jakarta kepada publik.
Masing-masing perjalanan melayani rute Stasiun Kelapa Gading–Stasiun Manggarai dan kembali ke Stasiun Kelapa Gading. Selama masa uji coba, LRT Jakarta beroperasi dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam dan berkapasitas layanan maksimal 100 penumpang.
Seluruh proses tersebut didukung pemantauan terhadap kesiapan sistem, sarana, dan personel. Langkah tersebut sebagai bagian dari persiapan agar LRT Jakarta dapat memberikan layanan yang aman, nyaman, dan andal ketika memasuki tahap operasional penuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














