kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Luas seluruh mal di Surabaya tembus 96,7 hektar


Rabu, 13 Juli 2016 / 21:26 WIB
Luas seluruh mal di Surabaya tembus 96,7 hektar


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

SURABAYA. Setelah beroperasinya Tunjungan Plaza V tahun lalu, Marvel City Shopping Mall menjadi satu-satunya pusat perbelanjaan baru di Surabaya selama semester I 2016.

Marvel City Shopping Mall berlokasi di atas lahan pengembangan proyek mixed use atau multifungsi seluas 15.000 meter persegi.

Sebaliknya, Golden City yang ada di Jalan Wahab Siamin, Surabaya Selatan berhenti beroperasi sejak awal 2016 untuk direnovasi.

Berhentinya operasional Golden City membuat suplai pusat perbelanjaan di Surabaya berkurang 18.000 meter persegi dan kini tercatat di angka 967.808 meter persegi atau 96,7 hektar.

Angka tersebut didapat dari 30 pusat perbelanjaan yang beroperasi sejak pembukaan Pasar Atum pada 1976.

Dengan kata lain, rata-rata suplai tahunan ritel di Surabaya sampai saat ini sekitar 23.000 meter persegi per tahun.

Pasar ritel Surabaya pun bersiap menerima tambahan suplai hingga 300.000 meter persegi dari sekarang sampai akhir 2018 nanti.

Berdasarkan status pengembangan yang ada, kebanyakan pusat perbelanjaan Surabaya di masa depan masih dalam tahap perencanaan dengan waktu penyelesaian belum pasti.

Saat ini hanya ada tiga pusat perbelanjaan akan datang yang tengah dalam tahap konstruksi. Mereka adalah Supermall Pakuwon 2, Tunjungan Plaza VI, dan The Central Gunawangsa yang sudah dibangun sejak 2014 dan 2015.

Begitu Supermall Pakuwon 2 selesai dibangun, maka suplai kumulatif ritel di Surabaya akan mencapai 1 juta meter persegi pada akhir 2016.

Sekitar 36 persen dari suplai yang ada merupakan ritel strata title atau untuk dijual. Presentase itu dipastikan bakal berkurang akibat tidak adanya tambahan ritel strata title hingga 2018 nanti.

Total ritel untuk dijual diprediksi hanya berkontribusi sebesar 29 persen dari total suplai yang ada pada 2018.

Pusat Perbelanjaan Masa Depan di Surabaya

Kebanyakan dari calon pusat perbelanjaan baru merupakan bagian dari pengembangan area multifungsi atau perencanaan perluasan proyek yang sudah ada.

Hal itu dilakukan para pengembang guna memaksimalkan penggunaan lahan yang semakin sedikit di area komersial Surabaya.

Konsep multifungsi lumayan sukses dilakukan di Surabaya dan akan diimplementasikan pada beberapa proyek pusat perbelanjaan baru seperti Ciputra World Surabaya Mall 2, Supermall Pakuwon 2, Tunjungan Plaza VI, dan One Galaxy Mall.

Calon pasokan baru pusat perbelanjaan tak hanya datang dari swasta, melainkan juga dari proyek pemerintah.

Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengonfirmasi telah mengakhiri kesepakatan sewa dengan manajemen Hi-Tech Mall di Surabaya Utara yang akan selesai pada 2019.

Hal itu dilakukan lantaran nilai lahan di dalam kontrak lebih rendah dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Surabaya saat ini.

Proyek itu kemudian bakal diambil alih Pemkot Surabaya setelah berakhirnya kontrak dan akan mulai mencari investor untuk mengembangkan kembali area komersial tersebut. (Penulis: Ridwan Aji Pitoko)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×