Reporter: Agung Hidayat | Editor: Noverius Laoli
Untuk itu, Kemenperin telah meluncurkan program Startup4Industry agar dapat menjembatani antara kebutuhan industri dengan pelaku startup sebagai penyedia teknologi. Program ini diluncurkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan mengusung tema Indonesia Percaya Diri Dengan Teknologi Dalam Negeri.
Tenaga Ahli program Startup4Industry, Ditjen IKMA Kemenperin, Endang Suwartini, mengungkapkan, perkembangan teknologi imersif perlu mendapat perhatian pemerintah karena terbukti dapat menciptakan lapangan kerja baru.
isalnya, tren penggunaan Augmented Reality dan Virtual Reality (AR/VR) di masa pandemi ini meningkat mulai dari penggunaan untuk gamming hingga digunakan untuk industri, edukasi, pelatihan maupun pariwisata.
Baca Juga: Kinerja manufaktur naik, Menperin: Kebijakan PEN berjalan baik
"Semakin berkembangnya industri AR/VR ini akan mendorong industri elektronika di Indonesia agar dapat mulai mengembangkan research and development untuk pengembangan hardware-nya," kata Endang.
Andes Rizky selaku Ketua Asosiasi AR/VR Indonesia (INVRA) menjelaskan, saat ini adalah momentum bagi industri AR/VR Indonesia untuk bangkit seiring masuknya teknologi imersif sebagai lapangan usaha baru yang diakui pemerintah melalui publikasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Bahkan, industri AR/VR Indonesia pun sudah merambah ke luar negeri, di antaranya telah mengerjakan proyek AR/VR di Jepang dan Myanmar.
Selanjutnya: Dorong daya saing, Kemenperin akselerasi industri 4.0 untuk mencapai SDGs
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













