Reporter: Leni Wandira | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) mencatat adanya kenaikan permintaan tiket penerbangan setelah aksi massa yang terjadi sepekan terakhir. Kenaikan permintaan ke luar negeri terutama tujuan ke rute Singapura dan destinasi domestik populer seperti Bali.
Ketua Umum ASTINDO, Pauline Suharno, menjelaskan bahwa tren tersebut cukup berbeda dengan pola biasanya.
"Kami kebetulan sedang menggelar ASTINDO Travel Fair di Mal PIK Avenue pada 28–31 Agustus. Biasanya pembelian tiket di pameran itu untuk libur Lebaran tahun depan, libur sekolah 2026, dan akhir tahun ini. Namun kemarin banyak permintaan untuk keberangkatan mendadak,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (31/8/2025).
Baca Juga: BSI Gandeng Saudia Berikan Promo Wisata Halal di Saudia Travel Fair 2025
Pauline menyebut bahwa lonjakan terjadi baik di kelas ekonomi maupun bisnis. Namun, untuk data lebih detail terkait jumlah penumpang di luar tren musiman, pihaknya menyarankan agar dicek langsung ke otoritas bandara seperti Angkasa Pura.
ASTINDO menilai, kondisi sosial politik yang ditandai demonstrasi di Jakarta dan beberapa daerah, turut memengaruhi kepercayaan konsumen.
"Kami menyayangkan terjadinya tindakan anarkis dalam berbagai protes, karena kondisi bisnis kami yang sedang bertahap pulih sejak Juli, jadi tertahan lagi,” ungkap Pauline.
Dampak tersebut terlihat pada penyelenggaraan pameran. Jika pada hari pertama dan kedua (28–29 Agustus) penjualan berjalan sangat baik, maka pada Sabtu (30 Agustus) yang seharusnya menjadi puncak kunjungan justru terjadi penurunan jumlah pengunjung.
"Banyak customer enggan ke mal karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Baca Juga: Taiwan Travel Fair 2025 Dimulai, Sasar Wisatawan Muda Indonesia
Bagi industri travel, fenomena ini menunjukkan bahwa faktor keamanan domestik berpengaruh langsung pada pola perjalanan masyarakat, baik untuk liburan jangka panjang maupun kebutuhan mendesak.
Dalam jangka pendek, agen perjalanan berpotensi meraup tambahan permintaan rute internasional. Namun dalam jangka panjang, ketidakpastian sosial politik dapat menghambat pemulihan sektor perjalanan yang baru mulai bangkit pascapandemi.
Selanjutnya: Manajemen BEI Undang Wartawan Pasar Modal, Senin (9/1/2025), Bahas Apa?
Menarik Dibaca: Ini KA Jarak Jauh yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara hingga 2 September
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News