Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mengejar peluang untuk mendongkrak penjualan dengan level dobel digit pada tahun ini. MARK bakal menggali potensi ekspansi di dalam negeri sembari melanjutkan strategi penetrasi di pasar ekspor.
Direktur Utama Mark Dynamics Indonesia, Ridwan, mengharapkan arah pertumbuhan kinerja MARK tahun 2026 akan sejalan dengan tren kenaikan permintaan sarung tangan global.
Ridwan menggambarkan, secara global permintaan sarung tangan sekali pakai diperkirakan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 8% -10% per tahun.
"Secara indikatif, Perseroan melihat potensi pertumbuhan penjualan 2026 di kisaran double digit dibandingkan 2025, sejalan pertumbuhan permintaan sarung tangan global sekitar 8%–10%, ditambah peluang pertumbuhan laba lebih baik melalui peningkatan produktivitas dan inovasi produk baru," kata Ridwan saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Vale (INCO): Persetujuan RKAB 2026 Sudah Capai Tahap Akhir
Manajemen MARK memandang tahun 2026 sebagai fase lanjutan pemulihan struktural industri sarung tangan nitril global. Prediksinya, permintaan tidak hanya kembali normal pasca-pandemi, tetapi membentuk baseline konsumsi yang lebih tinggi dibandingkan era pra covid-19.
Ridwan mengungkapkan, konsumsi sarung tangan nitril secara global telah mengalami peningkatan signifikan setelah periode pandemi, dan diperkirakan akan mencapai sekitar 370 miliar pasang unit per tahun pada 2026. Ridwan bilang, kinerja keuangan MARK pun menunjukkan siklus industri tersebut.
Lonjakan signifikan terjadi pada periode pandemi Covid-19 tahun 2020–2021. Kemudian diikuti fase normalisasi, tetapi tetap jauh di atas level pra-pandemi.
“Era pandemi menciptakan lonjakan permintaan yang luar biasa. Setelah fase normalisasi, bisnis MARK membentuk baseline baru yang lebih tinggi, dengan pendapatan 2025 masih lebih tinggi 1,5 kali dibanding pra-covid,” terang Ridwan.
Manajemen MARK melihat peluang kinerja secara tahunan akan lebih optimal pada tahun 2026. Pada tahun ini, MARK fokus pada peningkatan utilisasi dan produktivitas produksi secara bertahap, seiring pemulihan permintaan industri.
Salah satu strateginya dengan menciptakan produk inovatif baru cetakan sarung tangan ringan yang akan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Baca Juga: Strategi Agresif Chery: 50 Diler Baru Dibidik di 2026
MARK pun secara bertahap akan meningkatkan utilisasi produksi dari sekitar 13 juta pcs per tahun menuju 14 juta pcs, dengan peluang peningkatan lebih lanjut. “Kenaikan produktivitas ini diharapkan dapat mendorong efisiensi dan meningkatkan net margin secara bertahap sekitar 30% - 32%,” jelas Ridwan.
Selain bisnis utama cetakan sarung tangan keramik, MARK juga melakukan pengembangan usaha lain melalui Berjaya Dynamics. Entitas usaha MARK ini bergerak di bidang sanitari, yang akan mulai memproduksi toilet keramik duduk pada tahun ini.
Pengembangan usaha lainnya akan dilakukan MARK melalui Agro Dynamics, entitas anak yang bergerak di bidang penjualan alat-alat perkebunan. Ekspansi di bidang ini akan memanfaatkan kanal penjualan digital, termasuk platform online dan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.
Potensi Pasar Ekspor dan Domestik
Secara bisnis, Ridwan mengungkapkan bahwa kinerja MARK masih ditopang oleh pasar ekspor yang menjadi kontributor mayoritas terhadap penjualan. Tetapi, pasar dalam negeri menunjukkan perkembangan menarik dengan mencatatkan pertumbuhan signifikan.
Ridwan menggambarkan, rata-rata porsi ekspor MARK sebelumnya berkisar di level 95%. Namun pada tahun 2025, kontribusi ekspor turun menjadi sekitar 85%. Ridwan bilang, kondisi ini terjadi karena kontribusi penjualan di pasar domestik naik dari hanya sekitar 5% menjadi 15%.
Kenaikan kontribusi penjualan dari pasar domestik terdorong adanya ekspansi di dalam negeri, khususnya pembukaan pabrik sarung tangan baru di Sumatra Utara.
"Peluang pertumbuhan pasar domestik semakin positif, seiring meningkatnya jumlah perusahaan lokal yang menjadi klien Perseroan. Tren ini menunjukkan industri sarung tangan domestik mulai berkembang dan berpotensi menjadi sumber pertumbuhan tambahan," terang Ridwan.
Meski begitu, Ridwan menegaskan MARK akan tetap mengeksplorasi peluang ekspansi ke negara-negara baru sebagai bagian dari strategi pengembangan pasar ekspor.
Terbaru, MARK mulai menjajaki pasar India, dengan mempertimbangkan jumlah penduduk yang besar serta meningkatnya kesadaran penggunaan sarung tangan sekali pakai.
Saat ini, pasar ekspor MARK masih didominasi oleh Malaysia, Thailand, China, dan Vietnam.
"Pada 2026 ada pasar India dan juga Indonesia. Dengan meningkatnya konsumsi sarung tangan di negara-negara tersebut, Perseroan melihat potensi pertumbuhan permintaan cetakan sarung tangan dalam jangka menengah hingga panjang," tutup Ridwan.
Selanjutnya: Manchester United Ganti Nahkoda: Ruben Amorim Resmi Dipecat
Menarik Dibaca: Hujan Amat Deras di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












