kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Martina Berto (MBTO) Optimistis Industri Kosmetika Tumbuh Hingga 8% pada 2026


Jumat, 23 Januari 2026 / 16:23 WIB
Martina Berto (MBTO) Optimistis Industri Kosmetika Tumbuh Hingga 8% pada 2026
ILUSTRASI. Pabrik PT Martina Berto Tbk (KONTAN/Arfyana Rahayu)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Martina Berto Tbk (MBTO) menyiapkan sejumlah langkah untuk mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 20% pada 2026 dibandingkan tahun lalu.

Direktur Utama Martina Berto, Bryan David Emil memaparkan, perseroan masih menargetkan pertumbuhan signifikan karena melihat kinerja industri kosmetika yang diproyeksikan masih positif tahun ini.

"Industri kecantikan, kosmetika, dan personal care sangat prospektif ke depan, dengan potensi pertumbuhan 7% hingga 8% pada 2026," kata Bryan kepada Kontan, Jumat (23/1/2026).

Oleh karena itu, Martina Berto juga membidik profitabilitas yang tumbuh signifikan pada tahun ini dengan sejumlah strategi.

Baca Juga: Martina Berto (MBTO) Bidik Kenaikan Penjualan Digital hingga 40% Saat Harbolnas 2025

Bryan mengungkap, perseroan akan mempertahankan dan meningkatkan kekuatan merek serta customer equity. MBTO juga akan melakukan konsolidasi di seluruh lini operasional, termasuk rantai pasok, manufaktur, hingga riset dan pengembangan.

"MBTO juga akan tetap meningkatkan bisnis Martha Tilaar Shop dan Cedefindo," ujar Bryan.

Lebih lanjut, perseroan juga bakal mendorong pertumbuhan belanja digital melalui penguatan kehadiran dan penjualan produk di marketplace.

Tak hanya pasar domestik, lanjut Bryan, perseroan juga akan meningkatkan ekspor terutama di pasar Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, serta Asia Pasifik.

 

"Kami menjalankan relasi yang sangat baik dengan agen lokal pasar ekspor, dan terus berupaya meningkatkan demand (permintaan)," imbuhnya.

Ia menambahkan, jumlah belanja modal (capital expenditure/capex) yang disiapkan perseroan mencapai sekitar Rp 8 miliar. Bryan mengungkap, dana ini akan digunakan perseroan untuk perbaikan mesin, modal kerja, hingga renovasi gedung fasilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×