kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Masalah di Kilang Bikin Elpiji Langka


Rabu, 10 Desember 2008 / 16:19 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati | Editor: Didi Rhoseno Ardi

JAKARTA. Perawatan berkala di Kilang Balongan dan rusaknya Kilang Cilacap yang selama ini menjadi tempat pengolahan elpiji membuat pasokan ke masyarakat tersendat. Hal tersebut diakui PT Pertamina (Persero) yang mengantisipasinya dengan menambah pembelian dalam negeri dari lapangan Belanak, Blok Natuna serta menambah impor.

Direktur Utama Pertamina Ari Hernanto Soemarno menjelaskan, terganggunya fasilitas LPG Recovery atau tempat produksi elpiji di Kilang Cilacap plus tidak beroperasinya Kilang Balongan selama satu minggu terakhir membuat beban produksi kilang Tanjung Priok dan Eretan bertambah. Jika tak meleset, kilang Balongan sendiri diperkirakan baru bisa beroperasi lagi pada 17 Desember nanti.

"Akibatnya pasokan elpiji terganggu. Tapi pasokan sudah kita amankan. Kita juga sudah ambil tambahan dari Lapangan Belanak, Natuna dan menambah impor. Makanya sekarang diharapkan sudah tidak ada lagi masalah," ujar Ari, Rabu (10/12).

Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal, tambahan pembelian elpiji dari Natuna sebanyak 40.000 ton sedangkan impor sebanyak 20.000 ton. Sehingga saat ini Pertamina sudah memiliki cadangan elpiji sebesar 60.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×