kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Masalah di Kilang Bikin Elpiji Langka


Rabu, 10 Desember 2008 / 16:19 WIB
Masalah di Kilang Bikin Elpiji Langka


Reporter: Gentur Putro Jati | Editor: Didi Rhoseno Ardi

JAKARTA. Perawatan berkala di Kilang Balongan dan rusaknya Kilang Cilacap yang selama ini menjadi tempat pengolahan elpiji membuat pasokan ke masyarakat tersendat. Hal tersebut diakui PT Pertamina (Persero) yang mengantisipasinya dengan menambah pembelian dalam negeri dari lapangan Belanak, Blok Natuna serta menambah impor.

Direktur Utama Pertamina Ari Hernanto Soemarno menjelaskan, terganggunya fasilitas LPG Recovery atau tempat produksi elpiji di Kilang Cilacap plus tidak beroperasinya Kilang Balongan selama satu minggu terakhir membuat beban produksi kilang Tanjung Priok dan Eretan bertambah. Jika tak meleset, kilang Balongan sendiri diperkirakan baru bisa beroperasi lagi pada 17 Desember nanti.

"Akibatnya pasokan elpiji terganggu. Tapi pasokan sudah kita amankan. Kita juga sudah ambil tambahan dari Lapangan Belanak, Natuna dan menambah impor. Makanya sekarang diharapkan sudah tidak ada lagi masalah," ujar Ari, Rabu (10/12).

Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal, tambahan pembelian elpiji dari Natuna sebanyak 40.000 ton sedangkan impor sebanyak 20.000 ton. Sehingga saat ini Pertamina sudah memiliki cadangan elpiji sebesar 60.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×