kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Masyarakat Indonesia Menjadi Pasar Kedua Terbesar Properti di Australia


Kamis, 26 Mei 2022 / 12:39 WIB
ILUSTRASI. Waterfall by Crown Group di Sydney Australia


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kenaikan suku bunga melanda dunda. Setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS), giliran  Bank Sentral Australia mengerek bunga  pada awal bulan Mei 2022 lalu.

Efeknya, harga properti di Australia akan meningkat. “Investor kembali ke pasar. Mereka mengimbangi kenaikan suku bunga melalui kenaikan harga sewa properti,” kata Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito, dalam siarad pers yang diterima Kontan.co.id, Rabu (25/5).

Sejauh ini masyarakat Indonesia adalah pasar luar komunitas investor terbesar kedua bagi Crown Group. “Mereka merasakan betapa menguntungkannya berinvestasi properti Australia, terutama di Sydney,” lanjut Iwan. Yang pertama adalah China.

Berdasarkan Biro Statistik Australia, pada akhir Juni 2019, sebanyak 88.740 orang kelahiran Indonesia tinggal di Australia. Meningkat 29,4% lebih banyak dari jumlah 68.570 pada 30 Juni 2009. Ini adalah salah satu komunitas migran terbesar di Australia,. Setara dengan 1,2% komunitas migran Australia dan 0,3% dari total populasi Australia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×