kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Matahari Department Store (LPPF) Sebut Kuartal III 2023 Penuh Tantangan


Jumat, 03 November 2023 / 06:55 WIB
Matahari Department Store (LPPF) Sebut Kuartal III 2023 Penuh Tantangan
ILUSTRASI. Para Konsumen sedang berbelanja di salah satu gerai Matahari.


Reporter: Ivana Wibisono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga tutup kuartal III-2023, kinerja keuangan emiten ritel fesyen PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) masih lesu. Pasalnya, laba bersih LPPF turun hingga double digit.

Menilik laporan keuangan per 30 September 2023, pendapatan bersih LPPF hanya naik 0,31% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 4,98 triliun dari Rp 4,96 triliun.

Baca Juga: Kinerja Keuangan LPPF Masih Tertekan

Laba operasi Matahari Department Store tercatat turun 30,14% dibanding per September 2022 di Rp 1,47 triliun menjadi Rp 1,02 triliun hingga akhir kuartal III-2023.

Sejalan, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk LPPF juga ikut tertekan sebesar 40,18% YoY menjadi Rp 630,51 miliar dari Rp 1,05 triliun.

Selain itu, LPPF tak hanya membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih, tetapi Per 30 September 2023 ekuitasnya tinggal tersisa Rp 3,52 miliar atau menciut hingga 99,39% dari posisi akhir 2022 yang masih Rp 580,16 miliar.

 

Chief Financial Officer Matahari (LPPF) Niraj Jain mengatakan bahwa situasi ekonomi yang lemah saat ini sangat berdampak pada LPPF.

"Kuartal ketiga ini merupakan kuartal yang penuh tantangan mengingat di tahun lalu terdapat permintaan (pent-up demand) terkait penjualan selama periode masa masuk sekolah," kata Niraj kepada Kontan.co.id, Rabu (1/1).

Baca Juga: Kinerja Matahari (LPPF) Lesu pada Kuartal III, Begini Kata Analis

Selain itu, menurutnya, terlebih lagi terkait daya beli masyarakat kelas bawah, krisis peningkatan biaya hidup secara global dan regional telah diperburuk oleh kenaikan harga bahan bakar, tekanan inflasi pada barang dan jasa, dan berkurangnya bantuan terkait Covid-19.

Adapun LPPF juga menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 300 miliar untuk tahun 2023. Hingga September 2023, LPPF telah menggunakan capex sebesar Rp 236 miliar.

Sementara LPPF menargetkan EBITDA pada tahun 2023 sebesar Rp 1,4 triliun. "EBITDA kami telah mencapai Rp 1,1 triliun di periode Januari-September 2023," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×