kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Matahari diminta bantu sertifikasi pakaian bayi


Selasa, 25 November 2014 / 15:06 WIB
ILUSTRASI. Program bagi -bagi alat penanak nasi elektrik (rice cooker) belum bisa terealisasi di tahun ini.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta gerai baju milik Grup Lippo, Matahari Department Store, membantu proses pemberian Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk IKM pakaian bayi.

"Mengenai SNI pakaian bayi, saya minta supaya Matahari sebagai holding company, membantu SNI kan produk pakaian bayi. Jadi IKM nantinya hanya setor (produknya) ke Matahari," ujar Direktur Jenderal IKM Kemenperin Euis Saedah di Jakarta, Selasa (25/11).

Dia mengatakan, dibutuhkannya peran aktif salah satu peritel besar ini dalam pemberian SNI produk pakaian bayi sangatlah penting. Pasalnya kata Euis para pengusaha IKM kesulitan mendapatkan kabel SNI karena membutuhkan biaya yang mahal.

Padahal, kata dia, proses sertifikasi SNI sangatlah penting untuk mencegah adanya kandungan-kandungan zat berbahaya dalam pakaian bayi.

Zat berbahaya itu kata Euis biasanya terdapat pada cat atau pewarna kain. "Otomatis brandingnya Matahari. Matahari jadi penyambung rantai nilai antara IKM dan sumber bahan baku. Matahari sudah (kami beritahu) beberapa bulan lalu," kata dia. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×