kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Matahari diminta bantu sertifikasi pakaian bayi


Selasa, 25 November 2014 / 15:06 WIB
ILUSTRASI. Program bagi -bagi alat penanak nasi elektrik (rice cooker) belum bisa terealisasi di tahun ini.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta gerai baju milik Grup Lippo, Matahari Department Store, membantu proses pemberian Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk IKM pakaian bayi.

"Mengenai SNI pakaian bayi, saya minta supaya Matahari sebagai holding company, membantu SNI kan produk pakaian bayi. Jadi IKM nantinya hanya setor (produknya) ke Matahari," ujar Direktur Jenderal IKM Kemenperin Euis Saedah di Jakarta, Selasa (25/11).

Dia mengatakan, dibutuhkannya peran aktif salah satu peritel besar ini dalam pemberian SNI produk pakaian bayi sangatlah penting. Pasalnya kata Euis para pengusaha IKM kesulitan mendapatkan kabel SNI karena membutuhkan biaya yang mahal.

Padahal, kata dia, proses sertifikasi SNI sangatlah penting untuk mencegah adanya kandungan-kandungan zat berbahaya dalam pakaian bayi.

Zat berbahaya itu kata Euis biasanya terdapat pada cat atau pewarna kain. "Otomatis brandingnya Matahari. Matahari jadi penyambung rantai nilai antara IKM dan sumber bahan baku. Matahari sudah (kami beritahu) beberapa bulan lalu," kata dia. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×