kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Mau beli mobil lelangan? di sini tempatnya


Kamis, 18 Februari 2016 / 11:18 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Usia pakai kendaraan yang digunakan Trac Astra Rent a Car, sebagai salah satu perusahaan rental kendaraan terbesar di Indonesia berkisar, dua sampai empat tahun. Setelah itu, mobil tersebut akan dilelang dan bisa dibeli oleh masyarakat umum.

Menurut Jacob Anthonius Margareta, Chief Operating Officer Trac-Astra Rent a Car Rental Services, mobil tersebut masuk ke Ibid-Balai Lelang Serasi yang merupakan anak perusahaan PT Serasi Autoraya (Sera) Grup. Masyarakat umum bisa membelinya dengan cara mengikuti lelang.

“Kita sekarang ini selalu mengadakan lelang setiap Rabu dan Sabtu. Di Jakarta paling besar, tempatnya di Ciputat Raya,” kata Jacob saat berbincang dengan KompasOtomotif, di Tangerang, Rabu (17/2/2016).

Konsumen yang tertarik membeli, kata Jacob, wajib datang tiga hari sebelumnya untuk melihat kondisi mobil dan membeli nomor. Satu nomor diperuntukan satu mobil dengan harga Rp 250.000 hingga Rp 300.000.

“Kalau saat lelang dia tidak mendapatkan mobil yang diinginkan, maka uang yang membeli nomor itu akan dikembalikan. Tetapi, jika dia mendapatkan mobilnya, maka hanya melunasi sisa hutangnya yang sudah dikurangi harga nomor tersebut,” ungkap Jacob.

Harga

Bicara harga, lanjut Jacob, sudah pasti di bawah banderol di pasar. Kondisinya juga diklaim masih bagus, karena selama digunakan Trac, mobil selalu dirawat dengan maksimal.

“Harga dasarnya juga di bawah harga pasarm begitu juga harga maksimalnya. Setiap penawaran naiknya itu sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Jadi sampai berhenti atau tidak ada yang menawar lagi, maka orang nawar paling tinggi itu yang mendapatkannya,” ujar Jacob. (Penulis: Aditya Maulana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×