kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Mayora Indah (MYOR) Targetkan Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Konservatif Tahun Ini


Selasa, 28 Juni 2022 / 20:24 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas produksi air mineral dalam kemasan (AMDK) Le Minerale di pabrik Mayora Grup, Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (16/10/2019).  Surya/Ahmad Zaimul Haq


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten konsumer, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menargetkan tahun ini pertumbuhan penjualan di angka double digit atau sekitar 10% hingga 15% dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu. Pertumbuhan tersebut setara dengan angka sekitar Rp 30 triliun dan laba bersih di angka Rp 1,3 triliun.

Direktur Umum dan Operasional PT Mayora Indah Tbk, Wardhana Atmadja mengungkapkan proyeksi ini juga meliputi target penjualan ekspor dan lokal. Pihaknya akan tetap memperdalam penetrasi penjualan di pasar ekspor.

"Perseroan melihat akan adanya kenaikan di kuartal II dan III 2022 sehingga hingga akhir tahun target ini bisa tercapai. Mengingat juga kondisi yang masih tidak menentu di pasar global membuat kami bergerak secara konservatif, yakni minimum pertumbuhan 10%," ujarnya pada paparan publik yang berlangsung virtual, Selasa (28/6).

Mengenai gambaran pencapaian pada paruh pertama, pihaknya tidak memberikan gambaran lebih jauh. Produsen makanan dan minuman dengan produknya biskuit Roma, Astor, Beng Beng, Kopiko, Torabika, Choki Choki, hingga Energen ini, menyebutkan biasanya pencapaian di paruh kedua lebih tinggi karena ada seasonal ekspor.

Baca Juga: Superkrane Mitra Utama (SKRN) Siapkan Capex Rp 360 Miliar untuk Tambah Alat Berat

Pihaknya berkata, akan terus mempopulerkan Kopiko di kancah internasional, baik melalui distributor di tiap negara hingga bekerjasama dengan nenyelipkan iklan dalam adegan drama.

Wardhana mengatakan, untuk ekspor, MYOR tidak mengalami perlambatan, pihaknya optimistis akan mencetak percepatan ekspor.

"Hambatan yang dialami di kuartal I 2022, seperti seperti kondisi pandemi yang belum sepenuhnya hilang, ketidakstabilan politik di luar negeri dan ketidakstabilan harga bahan baku yang mungkin dapat mempengaruhi biaya yang harus ditanggung oleh Perseroan, tetap bisa membuat kami memenuhi demand," jelasnya.

Pada kuartal I 2022, MYOR mengakui menghadapi tantangan berupa kenaikan harga komoditas seperti gula, tepung terigu hingga kopi yang dibutuhkan sebagai bahan baku. Kondisi ini, sudah dihadapi oleh Perseroan sejak tahun lalu, dan membuat MYOR menaikkan harga penjualannya.

Baca Juga: Sekar Bumi (SKBM) Optimis Mampu Membukukan Pertumbuhan Kinerja di Tahun Ini

MYOR mengatakan, untuk menyiasati kenaikan harga komoditas yang masih terjadi di kuartal I 2022, pihaknya akan menaikkan harga penjualan sebesar 8% di semester II 2022.

"Kami melihat harga komoditas saat ini juga sudah mengalami penurunan dibandingkan dengan periode kuartal II, III dan IV. Periode tersebut terasa berat. Kenaikan harga penjualan ini, diestimasikan terasa pada kinerja kuartal III 2022dengan demikian kami percaya margin perusahaan akan baik di kuartal III dan IV. Ini menjadi drive pertumbuhan laba kami," ujarnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×