Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MD Entertainment Tbk (FILM) menghadapi tantangan persaingan konten yang semakin ketat dan perubahan pola konsumsi penonton di industri hiburan.
Untuk menjaga peluang pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026, perseroan memperkuat portofolio produksi, strategi pemasaran, serta menjajaki kerja sama strategis dengan mitra internasional.
Direktur Utama MD Entertainment, Manoj Punjabi mengatakan, dinamika industri film menuntut perusahaan untuk terus menyesuaikan strategi konten agar tetap relevan dengan minat penonton.
Meski menghadapi persaingan yang ketat, FILM melihat peluang pertumbuhan masih terbuka melalui penguatan portofolio dan perluasan kolaborasi bisnis.
Dari sisi kinerja film, Manoj menyebut animo penonton terhadap film-film FILM sepanjang 2026 positif. Hingga saat ini, Danur: The Last Chapter menjadi film dengan jumlah penonton terbanyak bagi perseroan pada tahun ini.
Baca Juga: MD Entertainment (FILM) Perkuat Produksi dan Pemasaran Konten hingga Akhir 2026
Untuk menjaga minat penonton hingga akhir tahun, FILM menyiapkan penguatan lini produksi dan pemasaran yang lebih terintegrasi. Perseroan juga berupaya menjaga keberagaman konten di tengah dominasi genre tertentu.
Manoj menjelaskan, portofolio FILM saat ini masih didominasi film horor dan drama. Namun, pada kuartal IV/2026, perseroan menyiapkan Gak Ada Matinya bergenre komedi dan Filosofi Teras bergenre drama.
Diversifikasi genre tersebut menjadi salah satu upaya perseroan untuk menghadirkan pilihan konten yang lebih beragam. Di tengah perubahan perilaku penonton, pengembangan portofolio menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempertahankan daya tarik film-film yang diproduksi.
Selain memperkuat produksi, FILM juga menjajaki peluang pengembangan bisnis melalui kerja sama dengan SBS Korea Selatan. Kolaborasi tersebut mencakup penjajakan produksi drama dan konten hiburan, distribusi konten, serta pertukaran keahlian kreatif.
Kedua perusahaan juga menjajaki pengembangan ulang atau remake konten SBS dalam bahasa Indonesia dan peluang produksi bersama. Sebagai tahap awal, program-program SBS akan dihadirkan kepada pemirsa Indonesia melalui MDTV.
Sebelumnya, SBS telah menginvestasikan sekitar US$ 20 juta melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I FILM. Kini, hubungan kedua perusahaan diperluas dari investasi strategis menuju kolaborasi operasional dalam pengembangan bisnis konten.
Manoj mengatakan, pembahasan kerja sama masih berlangsung dan target maupun jadwal yang lebih konkret akan disampaikan setelah mencapai tahap yang lebih matang.
Melalui kolaborasi tersebut, FILM melihat peluang memperluas sumber kekayaan intelektual atau intellectual property(IP) sekaligus mengembangkan bisnis konten dengan Indonesia sebagai basis untuk menjajaki pasar Asia Tenggara hingga global.
Baca Juga: Penonton Usai Lebaran Ramai, MD Entertainment (FILM) Siapkan Deretan Film Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














