kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.482.000   0   0,00%
  • USD/IDR 15.490   -65,00   -0,42%
  • IDX 7.496   -47,74   -0,63%
  • KOMPAS100 1.161   -10,37   -0,89%
  • LQ45 930   -7,66   -0,82%
  • ISSI 225   -1,75   -0,77%
  • IDX30 479   -4,07   -0,84%
  • IDXHIDIV20 576   -4,59   -0,79%
  • IDX80 132   -1,10   -0,82%
  • IDXV30 142   -0,97   -0,68%
  • IDXQ30 160   -1,14   -0,70%

Mebel rotan belum diuntungkan pelemahan rupiah


Minggu, 15 Maret 2015 / 11:00 WIB
Mebel rotan belum diuntungkan pelemahan rupiah
ILUSTRASI. JAKARTA - Karyawan menunjukkan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang terus terperosok belum tentu menguntungkan bagi pebisnis mebel dan kerajinan di Indonesia. Lebih buruk lagi, dapat menurunkan kuantitas pembeli, karena harga mebel ekspor menjadi lebih mahal.

Pendiri Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI), Hatta Sinatra, mengatakan hal tersebut kepada Kompas.com,  saat pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2015, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3).

“Saat ini ekonomi Eropa juga sedang luar biasa sakit. Sudah tertimpa krisis ekonomi, nilai mata uangnya kini terhempas oleh dollar AS. Jadi apa pun yang mereka beli dari luar negaranya menjadi lebih mahal, termasuk hasil ekspor Indonesia,” ujar Hatta.

Hatta menambahkan, kendati pelemahan rupiah berdampak positif dalam mendorong ekspor bisnis mebel dan kerajinan Indonesia, namun, juga berdampak negatif karena ada sebagian material produksi yang dibeli lewat impor.

“Ada dampak positif dan negatif. Kalau sedang surplus tidak ada masalah, artinya kan mendorong ekspor. Ini bisa jadi salah satu keuntungan kita. Dampak negatifnya adalah seolah-olah barang impor menjadi mahal. Ini kan berpengaruh karena material produksi kita juga ada yang dari luar. Tapi saya tidak khawatir asal jangan terjadi defisit. Kalau sudah lemah dan defisit, hal ini berbahaya bagi industri mebel,” ungkap Hatta.

Meski begitu, lanjut Hatta, produk yang tidak menggunakan material impor memiliki harapan lebih untuk mendapatkan nilai tambah. Untuk mencapainya, para produsen perlu memikirkan strategi penjualan yang dapat menguntungkan mereka.

“Produk dari bahan asli Indonesia memang ada harapan untuk mendapatkan nilai tambah. Tapi kita jangan terlalu bangga seakan bisa mendapatkan keuntungan ekspor lebih banyak. Kalau tidak bisa menjual kan percuma. Jangan lupa pembeli itu tidak bodoh. Mereka akan melakukan penawaran mati-matian. Kondisi Eropa yang begitu sulit otomatis dapat membuat harga barang kita lebih murah daripada sebelumnya,” tandas Hatta.

Sebelumnya diberitakan, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS pada Jumat (14/3) seperti dikutip dari Bloomberg, melemah ke posisi Rp 13.205 per dollar AS. Posisi ini turun 22 poin dari penutupan sebelumnya pada Rp 13.183. Sementara untuk kurs JISDOR juga melemah ke posisi Rp 13.191 per dollar AS, dibanding hari sebelumnya pada Rp 13.176. (Dimas Jarot Bayu)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Eksekusi Jaminan Fidusia Pasca Putusan MK Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES)

[X]
×