kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Medikaloka Hermina (HEAL) Tuntaskan Target Buka Dua Rumah Sakit Baru pada 2026


Senin, 31 Agustus 2026 / 16:34 WIB
Medikaloka Hermina (HEAL) Tuntaskan Target Buka Dua Rumah Sakit Baru pada 2026
ILUSTRASI. RS Hermina (Dok/HEAL)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) melanjutkan agenda ekspansi di sepanjang 2026 dengan penambahan jaringan rumah sakit (RS) ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Presiden Komisaris Medikaloka Hermina Hasmoro menyampaikan, pada semester I-2026, Hermina telah merealisasikan pembukaan rumah sakit baru di Badung, Bali.

Kemudian, pada bulan Agustus ini, perusahaan juga baru saja membuka rumah sakit baru di  Kepanjen Malang Jawa Timur. Sehingga target pembukaan dua RS baru di tahun ini telah selesai terealisasi.

“Target penambahan RS baru di tahun 2026 telah selesai terealisasi, yakni RS Badung Bali dan RS Kepanjen Malang,” ungkap Hasmoro, kepada Kontan.co.id, Senin (31/8/2026).

Selain melalalui pembangunan rumah sakit baru dari nol, HEAL juga mengandalkan strategi kemitraan dengan model operatorship dalam menjalankan ekspansi bisnisnya.

Hingga paruh pertama lalu, Hermina telah menandatangani kerjas ama bisnis Pra-Operatorship dengan RS Radjak. Dengan demikian, saat ini sudah terdapat dua RS yang dikembangkan lewat skema ini, antara lain RS Ubaya dan RS Radjak.

Baca Juga: Multi Medika (MMIX) Gandeng KOKARMINA, Bidik Pasar 52 Rumah Sakit Hermina

Memasuki semester kedua, Manajemen HEAL memproyeksikan kinerja perusahaan akan tetap tumbuh kuat  kuat di tengah situasi ekonomi yang menantang. Katalis positif utamanya adalah pertumbuhan pada layanan eksekutif yang telah tercermin pada pertumbuhan semester I-2026.

Merujuk laporan keuangan, pendapatan HEAL tercatat tumbuh 6,51% secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp3,60 triliun pada semester I-2026.  Meski begitu, laba bersih perusahaan justru turun 14,08% YoY menjadi Rp193,17 miliar. 

“Meskipun tahun 2026 adalah tahun yang sangat menantang, kami tetap optimis dapat membukukan pertumbuhan bisnis yang baik,” ucapnya.

Sementera untuk capital expenditure (Capex), perusahaan menyiapkan dana sekitar Rp 1,3 triliun-Rp 1,5 triliun untuk tahun ini. Hingga paruh pertama, HEAL telah merealisasikan penggunaan capex sekitar Rp 720 miliar.

Adapun, alokasi capex tersebut di antaranya digunakan untuk penambahan rumah sakit dan tempat tidur baru, serta  penguatan layanan eksekutif.

Hasmoro tidak memerinci berapa target kinerja keuangan yang diproyeksikan untuk tahun ini. Ia mengatakan, fokus utama Hermina untuk tahun ini adalah pertumbuhan kinerja pada pelayanan eksekutif, yang diharapkan dapat mendongkrak pendapatan hingga semester kedua.

“Tahun ini kami fokus pada peningkatan pelayanan eksekutif, yang kinerjanya telah tercermin pada Semester I dan akan kami terus pertahankan pada Semester II tahun ini,” pungkasnya. 

Baca Juga: Hermina Buka Rumahsakit ke-53 di Badung Bali, Perkuat Layanan IGD

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×