kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mega Perintis (ZONE) sudah realisasikan setengah dari target gerai baru


Minggu, 24 Maret 2019 / 17:43 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mega Perintis Tbk (ZONE) pemilik gerai Manzone dan MOC terus memacu ekspansi gerai miliknya. Asal tahu saja, tahun ini perusahaan mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp 30 miliar untuk membangun 20 gerai baru.

FX Afat Adinata Nursalim, Direktur Utama ZONE menjelaskan bahwa dari target tersebut, pada kuartal I ini sudah terealisasi setengahnya. Hal ini karena perusahaan ingin memanfaatkan dengan baik bulan ramahan dan lebaran yang jatuh pada Mei dan Juni mendatang.

“20 gerai itu target setahun, di semester I ini sudah terealisasi 10-an gerai, jadi setengahnya sudah terealisasi di kuartal I,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (23/3).

Menurutnya, seluruh gerai yang akan dibuka pada tahun ini merupakan stand alone, bukan merupakan gerai yang berkonsep shop in shop di dalam department store. Asal tahu saja, sampai dengan tahun lalu perusahaan memiliki 525 gerai dengan 112 diantaranya merupakan stand alone.

“Sudah gerai berdiri sendiri jadi tidak di department store tetapi stand alon, jadi 20 gerai itu nanti semuanya berdiri di dalam mall,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, selain memanfaatkan momentum ramadan dan lebaran dengan mengeluarkan koleksi tematik. Perusahaan juga menjual beberapa produk koleksi musim panas, dirinya mengatakan pada ramadan dan lebaran penjualan meningkat hingga tiga kali lipat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×