kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Megalestari Epack Sentosaraya (EPAC) Naikkan Harga Jual Secara Bertahap, Ini Sebabnya


Senin, 13 Juni 2022 / 20:42 WIB
ILUSTRASI. Produk PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga komoditas, seperti minyak mentah dan batu bara cukup berdampak terhadap harga bahan baku produsen flexible packaging, PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC). Di mana telah terjadi kenaikan harga bahan baku yang bervariasi, mulai dari 5% sampai dengan 20% dari harga normal. 

Manajemen menyebut, kenaikan harga bahan baku ini berdampak langsung terhadap harga jual flexible packaging kepada customer yang akan dilakukan secara bertahap. 

"Tren kenaikan harga bahan baku memberikan dampak harga jual dengan lack of time," ungkap Corporate Secretary EPAC Nico Johnson, kepada Kontan.co.id, Jumat (10/6) lalu. 

Menurut Nico, kenaikan harga bahan baku ini juga berdampak cukup signifikan terhadap omzet perusahaan, yang mana membuat harga jual flexible packaging menjadi semakin kompetitif.

Baca Juga: Megalestari Epack Sentosaraya (EPAC) Bidik Segmen UMKM

Untuk pembuatan kemasan dengan line rotogravure, lanjutnya, memiliki rata-rata harga jual di Rp 3.000-Rp 6.000 per meter, sedangkan dengan line digital, memiliki rata-rata harga jual di Rp 30.000 per meter.

"Kenaikan harga sudah dilakukan dan bertahap sampai mendapatkan harga jual yang optimal sesuai dengan kenaikan harga bahan baku," sebut dia. 

Secara lebih detail, dia menyampaikan bahwa secara umum kondisi bisnis perseroan di line rotogravure mengalami penurunan, akibat dari kenaikan harga bahan baku untuk pembuatan flexible packaging.

Sebaliknya, untuk line digital terpantau relatif stabil, lantaran kenaikan harga bahan baku dapat lebih cepat tercover dengan melakukan penyesuaian harga jual.

 

Dengan demikian, di kondisi saat ini bisnis EPAC ditopang oleh line digital karena penyesuaian harga yang dapat segera disesuaikan.

"Untuk lini roto relative akan terjadi penurunan, namum secara overall akan ditopang oleh lini digital printing," tutur Nico. 

Dalam menghadapi kondisi saat ini, Megalestari Epack pun melakukan sejumlah strategi. Di antaranya dengan memfokuskan penjualan dan memperbesar pangsa pasar di line digital yang diproyeksikan akan meningkat untuk sekarang maupun ke depannya. 

"Jangka pendek dan jangka panjang tetap akan memperbesar pangsa digital yang cenderung naik," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×