kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Mekarsari siap bertarung di bisnis benih sawit


Kamis, 05 Juni 2014 / 14:15 WIB
Mekarsari siap bertarung di bisnis benih sawit
ILUSTRASI. Refluks asam atau asam lambung terjadi ketika sfingter di dasar kerongkongan tidak bekerja dengan baik, memungkinkan cairan naik.


Reporter: Handoyo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Sebagai pendatang baru di bisnis benih kelapa sawit, tidak membuat gentar PT Sasaran Ehsan Mekarsari untuk bersaing. Manajemen mengkalim memiliki keunggulan dari benih sawit yang dihasilakn dibandingkan benih sawit dari produsen yang lain. Beberapa kelebihannya tersebut adalah batang pohon yang lebih besar, janjang pohon banyak, serta produksi yang cepat.

Alan Rahman Direktur Komersial Sasaran Ehsan Mekarsari mengatakan, benih sawit yang diproduksi Sasaran Ehsan Mekarsari sudah dapat menghasilkan buah pasir pada usia 24 bulan hingga 36 bulan. Produksi tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan dari benih sawit Sasaran Ehsan Mekarsari mencapai 4,5 ton per tahun hingga 5,2 ton per tahun. "Padahal rata-rata nasional produksinya hanya sekitar 2,6 ton per tahun hingga 3,2 ton per tahun," kata Alan, Kamis (5/6).

Dengan keunggulan yang dimiliki tersebut benih sawit yang diproduksi Sasaran Ehsan Mekarsari dibanderol dengan harga Rp 11.000 per butir. Bahkan manajemen memberikan service berupa pengiriman dan sertifikasi karantina hingga ke lokasi bila pembelian mencapai lebih dari 25.000 butir benih kecambah.

Selain perusahaan perkebunan sawit, Sasaran Ehsan Mekarsari juga melayani penjualan untuk petani. Komposisi penjualan sendiri cukup berimbang. Lokasi penjualannya sendiri tersebar di beberapa daerah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×