kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Menanti kejelasan proyek pipa gas Cirebon-Semarang


Sabtu, 31 Oktober 2020 / 19:06 WIB
ILUSTRASI. Penjelasan BPH Migas terkait proyek pipa transmisi Cirebon-Semarang


Reporter: Filemon Agung | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nasib proyek pipa gas Cirebon-Semarang masih belum jelas. Kelanjutan proyek ini menanti kajian internal yang tengah dilakukan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Anggota Komite BPH Migas Jugi Prajogio yang dihubungi Kontan.co.id mengungkapkan perlu ada penyesuaian terhadap Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN).

Revisi diperlukan pasalnya ada sejumlah ketentuan yang dinilai harus mengalami penyesuaian jika proyek ingin tetap berlanjut. "Kajian masih dalam proses internal BPH. Rencana induk yang lama sudah tidak valid," ungkap Jugi kepada Kontan.co.id, Jumat (30/10).

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) pastikan investasi proyek gasifikasi batubara ditanggung mitra

Jugi melanjutkan, sejumlah ketentuan yang dinilai perlu mengalami penyesuaian dalam rencana induk yang baru yakni sumber pasokan gas, pemetaan demand, ukuran pipa dan panjang pipa serta perhitungan belanja modal dan biaya operasional.

Jugi menjelaskan, pasokan gas yang sedianya akan dipenuhi dari Bontang rencananya akan dialihkan dalam rencana induk yang baru yakni gas diserap dari Jambaran Tiung Biru (JTB).

Ia melanjutkan, pada pertengahan November nanti diharapkan sudah ada hasil rekomendasi yang dapat disampaikan. "Sebelum tanggal 13 November sudah jelas apa rekomendasinya. Hasil kajian BPH akan dapat dijadikan rujukan dalam menyempurnakan rencana induk," kata Jugi.

Adapun, nasib RIJTDGBN berada di ranah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca Juga: Rugi bersih membengkak 28,94%, ini kata Wintermar (WINS)

Ia pun memastikan, PT Rekayasa Industri (Rekind) yang merupakan pemenang lelang sebelumnya, berpotensi tidak mendapatkan kesempatan untuk kembali menggarap proyek ini pasca tidak ada kemajuan sejak proyek dimenangkan di 2006 silam.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×