kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mendag: Depdag Akan Koordinasikan Ekspor Sayuran dengan BUMN


Senin, 07 September 2009 / 15:37 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Pemerintah akan melakukan koordinasi dengan Kementrian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait mahalnya ongkos kargo bagi ekspor sayuran dari Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Senin (7/9).

Menurutnya, mekanisme penurunan ongkos dengan cara subsidi adalah salah satu jalan keluarnya. "Ini akan dibicarakan, apakah pada tahap awal nanti kita bisa berikan disubsidi," kata Mari.

Selain dengan cara subsidi, Mari juga akan memasukan usulan tersebut dalam kebijakan logistik ekspor impor yang akan dibahas antar departemen. Menurutnya, kendala ini akan menjadi fokus pemerintah untuk memperbaiki kebijakan logistik ekspor dan impor.

Asal tahu saja, eksportir sayuran asal Jawa Barat mengeluhkan tingginya ongkos kargo untuk pengiriman pasar ekspor. Akibatnya, komoditas hasil pertanian Indonesia sulit bersaiang di pasar dunia.

Misalnya saja, untuk mengekspor sayuran dari Malasyia menuju Hongkong, biaya kargo pesawat satu paket kargo sebesar US$ 0,5. Sedangkan untuk mengekspor sayuran dari Indonesia, satu kargo harus membayar US$ 100.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×