Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang digelar pada 14-18 Oktober 2026 mendatang menjadi momentum yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha manufaktur untuk mengoptimalkan kinerja ekspor.
Menurutnya, sektor manufaktur berperan strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, pencipta lapangan kerja, sekaligus kontributor utama ekspor Indonesia.
"Untuk itu, kami menyelenggarakan Trade Expo untuk membantu pelaku usaha memperluas pasar. Kami sangat berharap pelaku usaha dapat berpartisipasi pada TEI 2026 agar semakin banyak buyer yang datang dan semakin besar transaksi yang tercipta,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (12/6/2026).
Budi bilang, pihaknya pun terus memperkuat layanan promosi perdagangan melalui TEI, termasuk program penjajakan bisnis (business matching) yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon buyer dari berbagai negara.
Baca Juga: Mendag Bidik Nilai Transaksi Rp 293 Triliun di Trade Expo Indonesia 2026
Adapun peserta TEI disebut tidak hanya memperoleh fasilitas pameran, tetapi juga mendapatkan pendampingan promosi produk melalui perwakilan perdagangan (perwadag) RI di luar negeri.
Budi menjelaskan, peserta yang telah mendaftar TEI dapat mengikuti sesi presentasi (pitching) produk kepada perwadag RI di luar negeri. Selanjutnya, para peserta akan dibantu mencarikan buyer potensial sebelum pelaksanaan pameran. Dengan begitu, peluang transaksi tercipta lebih awal.
“Ketika perusahaan sudah mendaftar, kami fasilitasi mulai dari pitching, pencarian buyer, hingga business matching. Bahkan, tidak sedikit transaksi terjadi sebelum pelaksanaan TEI,” ujar Budi.
Baca Juga: SCAI Siap Gelar Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 di 3 Kota, Bidik 25.000 Pengunjung
Ia menambahkan, pada penyelenggaraan tahun lalu, transaksi hari pertama TEI mencapai US$ 9,98 miliar dengan penandatanganan 131 kontrak dagang.
Selain itu, program business matching bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga bertumbuh. Kemendag mencatat, nilai transaksi pada periode Januari–April 2026 telah mencapai US$ 193 juta, meningkat dibanding sepanjang 2025 yang mencapai US$ 134,8 juta.
“Artinya, produk-produk Indonesia tetap menarik bagi buyer internasional. Oleh karena itu, kami optimistis TEI tahun ini akan menghasilkan transaksi yang lebih besar dan membuka pasar baru yang lebih luas,” tandas Budi.
Baca Juga: IFBC 2026 Bidik Perluasan Jaringan Waralaba dan Bisnis Konsep Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













