kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Mendag pertimbangkan revisi tarif bea keluar CPO


Jumat, 11 Januari 2013 / 15:20 WIB
Mendag pertimbangkan revisi tarif bea keluar CPO
ILUSTRASI. Gerak rupiah sepekan ini tertekan indeks dollar. Dollar indeks menguat karena data klaim pengangguran lebih baik begitu juga penjualan ritel AS. /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/05/05/2021.


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah berencana menurunkan tarif bea keluar (BK) ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Opsi ini mungkin diterapkan bila harga CPO Indonesia dianggap tidak kompetitif lagi dan kalah bersaing dengan CPO dari Malaysia.

Namun begitu, Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan mengatakan, wacana penurunan tarif BK masih dalam tahap pembicaraan dengan seluruh pemangku kepentingan sektor sawit. "Kalau relatif tidak sekuat Malaysia, kami pertimbangkan untuk diturunkan," kata Gita, Jumat (11/13).

Meski tak menyebut angka persentase penurunan BK, namun Gita bilang, penurunan harus sejalan dengan semangat hilirisasi dan daya saing industri sawit nasional. Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi mengatakan, pihaknya akan melakukan pemantauan pasar CPO, terutama yang berkaitan dengan pengenaan tarif BK CPO. Ia bilang, saat ini ada selisih tarif BK antara Indonesia dengan Malaysia sekitar 2,5%-3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×