kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Mendag: RI berpotensi jadi basis industri otomotif


Jumat, 29 Mei 2015 / 13:10 WIB
Mendag: RI berpotensi jadi basis industri otomotif
ILUSTRASI. Promo Superindo Hari Periode 15-17 Desember 2023.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Industri otomotif diharapkan bisa menjadi penyokong kekuatan ekonomi nasional. Menurut Menteri Perdagangan Rachmat Gobel,   industri otomotif Indonesia memiliki potensi besar. "Indonesia berpotensi menjadi salah satu basis produksi industri otomotif di dunia," ujar Rachmat saat meresmikan pabrik PT Suzuki Indomobil Motor Plant Cikarang di Kawasan Industri Kota Deltamas Bekasi, Jum’at (29/5).

Selama periode 2010-2014 ekspor Indonesia untuk mobil dan bagiannya mengalami  pertumbuhan yang sangat baik mencapai 26,92%. Pada 2010, ekspor otomotif tercatat US$ 1,1 miliar, naik menjadi US$ 2,9 miliar pada 2014. Negara tujuan ekspor antara lain Arab Saudi, Filipina, Uni Emirat Arab, Thailand, dan Jepang. Sementara itu pada periode Januari-Maret 2015 ekspor mobil dan bagiannya mencapai US$ 700,8 juta.

Apalagi Indonesia kaya sumber daya manusia yang terampil dan mumpuni yang dibutuhkan industri otomotif. Indonesia juga didukung industri komponen kendaraan bermotor yang mampu menghasilkan produk sesuai standar kualitas industri otomotif dunia.

Suzuki Indomobil Motor sebagai salah satu pemain utama otomotif diharapkan dapat terus meningkatkan perannya memajukan industri otomotif Indonesia. Ia berharap pembukaan pabrik ini dapat menggerakan industri-industri pendukung lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×