kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.806   2,00   0,01%
  • IDX 8.143   20,72   0,26%
  • KOMPAS100 1.146   8,71   0,77%
  • LQ45 833   9,22   1,12%
  • ISSI 287   -1,65   -0,57%
  • IDX30 434   4,10   0,95%
  • IDXHIDIV20 522   7,19   1,40%
  • IDX80 128   1,28   1,01%
  • IDXV30 142   0,86   0,61%
  • IDXQ30 140   1,27   0,91%

Mendag: Tidak mudah turunkan harga kedelai


Kamis, 26 Juli 2012 / 20:22 WIB
Mendag: Tidak mudah turunkan harga kedelai
ILUSTRASI. Harga mobil bekas Hyundai Atoz ramah kantong, intip kisaran per Juni 2021


Reporter: Yudho Winarto |

JAKARTA. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengakui tidak mudah menurunkan harga kedelai saat ini. Meski pemerintah sudah mengambil langkah untuk menghapus bea masuk impor kedelai.

"Tidak gampang kalau menurut saya, karena ini anomali cuaca di Amerika, Argentina, dan Brasil," ujarnya, Kamis (26/7).

Terlebih ketergantungan pasokan kedelai dari impor sangatlah besar. Kebutuhan kedelai untuk memenuhi dalam negeri mencapai 2,6 juta ton. Sedangkan produksi di dalam negeri sendiri hanya 800.000 ton. "Jadi keperluan kita untuk mengimpor sangat besar. Saya rasa tidak bisa dalam waktu dekat untuk menurunkan harga," katanya.

Gita menuturkan kebijakan menghapus bea masuk impor kedelai sebelumnya 5% menjadi 0% tidak terlalu signifikan meredam lonjakan harga. Saat ini pergerakan harga dari US$280 per ton menjadi di atas US$700 per ton. "Menurun 5% dari US$700 per ton tidak berpengaruh," tegasnya.

Meski demikian, dirinya optimis ke depan, hasilnya sudah terlihat. Menurutnya yang terpenting untuk menanggulangi kenaikan adalah dengan peningkatan produksi dan produktivitas kedelai.

Perlu diketahui, banyak pengusaha tempe dan tahu mogok melakukan kegiatan produksi lantaran harga bahan baku yakni kedelai melejit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×