Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pengolahan nikel mulai mendorong efisiensi operasional sekaligus menekan emisi dari kegiatan produksi. Salah satu caranya, penggunaan kendaraan dan alat berat berbasis listrik di kawasan smelter.
PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) misalnya, menerapkan elektrifikasi alat berat dan material handling di kawasan smelter Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini, perusahaan tersebut telah mengoperasikan 69 unit berbasis listrik dengan nilai investasi sekitar Rp45 miliar.
Corporate Affairs Manager VDNI, Adam Rumanda mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian strategi perusahaan untuk mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi di kawasan smelter.
“Penerapan alat berat dan material handling bertenaga listrik merupakan investasi jangka panjang VDNI untuk mengurangi emisi gas buang dan tingkat kebisingan di lingkungan smelter,” ujar Adam, dalam keterangannya, Senin (5/10).
Baca Juga: Pengusaha Minta Aturan Ekspor Silika Lebih Fleksibel, Harga Perlu Acuan Nasional
Penggunaan armada listrik mencakup aktivitas pengangkutan dan persiapan bahan baku produksi feronikel hingga pencampuran batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik. Selain tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung selama beroperasi, kendaraan listrik juga memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Program tersebut merupakan bagian dari strategi low carbon electricity & electrification VDNI dan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pengurangan emisi industri.
Berdasarkan Decarbonization Roadmap of Indonesia Nickel Industry yang disusun Kementerian PPN/Bappenas, emisi industri nikel ditargetkan turun hingga 81% pada 2045.
Ke depan, VDNI akan menambah armada berbasis listrik, termasuk mengembangkan fasilitas pengisian dan penggantian baterai serta mengoptimalkan penjadwalan penggunaannya.
VDNI menargetkan penerapan elektrifikasi tersebut dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 43.411 ton CO2e pada akhir 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













