Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan alat berat asal China, Shantui, memperkuat bisnis di pasar Indonesia dengan membuka Shantui Service Center Indonesia di Kawasan Industri dan Pergudangan Marunda Center, Jakarta.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk memperkuat dukungan purna jual sekaligus mendekatkan layanan kepada pelanggan dan mitra Shantui di Indonesia.
Chairman of Shantui International Company Chai Sen mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar yang memiliki potensi luas dan strategis bagi perusahaan.
Menurutnya, pengoperasian pusat layanan tersebut menjadi bagian dari strategi Shantui untuk memperkuat kehadiran lokal sekaligus memperdalam pasar Indonesia.
"Berpijak pada pasar Indonesia yang memiliki potensi luas, beroperasinya Pusat Layanan Shantui Indonesia merupakan wujud nyata dari strategi kami untuk berakar secara lokal dan menggarap lebih dalam pasar Indonesia," kata Chai Sen dalam peresmian Shantui Service Center Indonesia, Kamis (10/9/2026).
Ia mengatakan, Shantui akan terus meningkatkan investasi pada pusat layanan, memperkuat tim layanan lokal, serta mempercepat waktu tanggap untuk mendukung operasional peralatan pelanggan sepanjang siklus hidupnya.
Baca Juga: Prospek Investasi Manufaktur Alat Berat Masih Menjanjikan
Langkah tersebut menjadi penting seiring dengan kebutuhan pelanggan alat berat terhadap layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, hingga perawatan dan perbaikan unit untuk menjaga produktivitas alat.
CEO PT Shantui Equipment Indonesia, Sari Wang mengatakan, service center tersebut tidak hanya ditujukan sebagai fasilitas layanan baru, tetapi menjadi bagian dari sistem dukungan terintegrasi bagi pelanggan.
"Kami ingin memastikan bahwa unit Shantui dapat terus menciptakan nilai dalam jangka panjang melalui dukungan yang terintegrasi, mulai dari suku cadang, pelatihan, penyerahan unit, hingga perbaikan, overhaul, dan rekondisi," ujar Sari.
Shantui Service Center memiliki empat kapabilitas utama. Pertama, dukungan suku cadang dengan penyediaan stok lokal untuk fast-moving spare parts, komponen utama, dan undercarriage. Persediaan juga mencakup pelumas dan suku cadang untuk kebutuhan perawatan rutin maupun perbaikan.
Kedua, fasilitas Training Center yang menggabungkan pembelajaran teori dan praktik. Pelatihan mencakup pengetahuan produk, mesin, sistem hidrolik, kelistrikan, perawatan, pengoperasian, hingga diagnosis kerusakan.
Program tersebut ditujukan bagi pelanggan, dealer, dan tim service guna meningkatkan kompetensi teknis lokal serta mempercepat penanganan masalah di lapangan.
Baca Juga: Kobexindo Tractors (KOBX) Bidik Pertumbuhan Penjualan Lewat Alat Berat Listrik
Ketiga, dukungan penyerahan unit melalui Pre-Delivery Inspection (PDI) dan commissioning. Proses ini dilakukan untuk memastikan unit telah diperiksa dan berada dalam kondisi siap beroperasi sebelum diterima pelanggan.
Keempat, Workshop Rebuild Center yang menyediakan layanan diagnosis kerusakan, perbaikan, overhaul, remanufacturing, dan rekondisi unit. Fasilitas tersebut ditujukan untuk memulihkan performa dan keandalan unit sekaligus memperpanjang usia pakai alat berat.
Dalam rangkaian pembukaan service center, Shantui juga menyerahkan sejumlah unit kepada pelanggan. Dua unit EV Wheel Loader diserahkan kepada PT Kobexindo Konstruksi Indonesia. Selain itu, dua unit Excavator SE500LD diserahkan kepada PT Anugerah Cahaya Mulya.
Shantui mulai masuk ke pasar Indonesia pada 2004. Perusahaan kemudian mendirikan PT Shantui Equipment Indonesia pada 2025 untuk memperkuat operasional lokal dan penetrasi pasar nasional.
Pada 2026, perusahaan memperkuat dukungan tersebut melalui pendirian Shantui Service Center dengan integrasi layanan service, suku cadang, pelatihan, perbaikan, hingga rekondisi.
Ke depan, Shantui berencana memperluas distribusi unit dan suku cadang ke sejumlah wilayah di luar Jawa. Penguatan jaringan layanan akan diarahkan mencakup Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Shantui untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus membangun basis operasional yang lebih kuat di pasar alat berat Indonesia.
Baca Juga: LiuGong Bangun Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang, Target Operasi 2027
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














