kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Menengok kesiapan industri di ranah supporting system industry 4.0


Minggu, 02 Desember 2018 / 15:39 WIB
Menengok kesiapan industri di ranah supporting system industry 4.0
ILUSTRASI. Pekerja pabrik garmen


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo

Adapun untuk industri kabel, kata Noval, juga sudah masuk dalam tahap digitalisasi lini produksi. "Semua rata-rata sudah pakai instrumen komputer, selain ada yang masih mekanikal," terangnya.

Teguh Prasetya, Founder IoT Forum memprediksi, pada tahun 2025 nanti, sekitar 70% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan disokong oleh industry berbasis IoT. Adapun market IoT Indonesia tahun 2022 diperkirakan Rp 444 triliun, dan pada 2025 nanti menjadi Rp 1.620 triliun.

"Sampai saat ini ada 250 perusahaan berekosistem IoT di Indonesia yang tumbuh dan berinvestasi disana. Kita tertinggal di 2G sampai 4G, jangan sampai tertinggal di IoT karena pasarnya masih luas,” kata Teguh. 

IoT merujuk pada jaringan perangkat fisik, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan barang-barang lain yang ditanami perangkat elektronik, perangkat lunak, sensor, aktuator, dan konektivitas yang memungkinkan terhubung dengan jaringan internet maupun mengumpulkan dan bertukar data.

Saat ini, Indonesia diketahui telah terdaftar sebagai salah satu dari 10 industri manufaktur dunia oleh Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO). Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI) mengatakan optimis bahwa semua teknologi rekayasa pendukung industri 4.0 telah dikembangkan di Indonesia.

Perusahaan manufaktur dan kelistrikan Indonesia, kata Karnadi Kuistono, Ketua APPI sudah mengikuti standar internasional dan SNI, di mana produksi diadaptasi berdasarkan pesanan atau sudah tersedia. 

"Sehingga proyek industri dan infrastruktur memanfaatkan rancang bangun dan rekayasa telah mampu dilayani oleh industri nasional, Ini jelas akan berpengaruh signifikan pada perputaran ekonomi nasional,” sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×