kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Menko Darmin ingin industri kayu lapis kembali berjaya


Senin, 26 November 2018 / 17:51 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Darmin Nasution


Reporter: Muhammad Afandi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengharapkan industri kayu lapis di Indonesia dapat berjaya kembali seperti masa keemasannya di tahun 1997-1998.

"Ayo kita hidupkan lagi, Tetap percaya kita punya keunggulan di bidang ini, apakah HTI (Hutan Tanaman Industri) atau HTR Hutan Tanaman Rakyat, kita bisa mengorganisir itu kembali,” ungkap Darmin saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) ke VIII, di Jakarta, Senin (26/11).

Darmin saat ditemui di sela-sela acara mengatakan bahwa lebih baik untuk mengembangkan HTI ini daripada menebang kayu di hutan. Walaupun masih ditemui beberapa kendala, Menko Perekonomian ini berjanji akan menuntaskannya.

“Yang kedua hutan tanaman rakyat. Orang di Jawa sekarang luas menanam sengon. Kita sudah nggak perlu pohon-pohon yang gede-gede untuk bikin kayu lapis,” ujar Darmin.

Selain itu, Darmin juga menerangkan potensi lain dengan penggunaan pohon karet dan kelapa. Menurutnya dengan adanya potensi tersebut seharusnya kebutuhan bahan baku untuk kayu lapis ini dapat tersedia terus.

“Kita bisa pakai pohon karet begitu kita peremajaan. 12 ribu hektare barangkali setahun. Artinya di timur ada lagi pohon kelapa itu saja kita kerjakan. HTI, peremajaan karet, kelapa. Itu tidak akan berhenti-henti kayunya,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×