kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Menperin: Waspada kain motif batik dari China!


Kamis, 21 Februari 2013 / 09:44 WIB
ILUSTRASI. Terdapat sembilan bank yang bersiap menggelar rights issue dalam waktu dekat.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Perindustrian, MS Hidayat meminta warga Indonesia mewaspadai peredaran kain bermotif batik dari China. Walaupun waspada, namun Hidayat mengaku kualitas kain bermotif batik dari China itu jauh di bawah kualitas kain batik dari Indonesia.

"Saya tidak anggap itu batik (batik China), karena kualitasnya," kata MS Hidayat di Cengkareng, Rabu (20/2). Meski harganya dan kualitasnya lebih rendah dari batik Indonesia, tetapi Hidaya meminta agar masyarakat bisa jeli mengidentifikasinya.

"Itu (batik China) harus diwaspadai karena harga yang murah," kata Hidayat. Dalam hal peredaran batik impor dari China itu, Menperin akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. "Nanti saya akan bicarakan dengan Menparenkraf," kata Hidayat.

Menperin menuturkan, masuknya batik China tersebut bisa membawa masalah bagi perajin batik di Indonesia karena harganya yang murah. "Semua orang (Negara) menghadapi masalah dengan China, tidak hanya Indonesia saja," katanya. (Muhammad Zulfikar/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×