kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Menperin: Waspada kain motif batik dari China!


Kamis, 21 Februari 2013 / 09:44 WIB
Menperin: Waspada kain motif batik dari China!
ILUSTRASI. Terdapat sembilan bank yang bersiap menggelar rights issue dalam waktu dekat.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Perindustrian, MS Hidayat meminta warga Indonesia mewaspadai peredaran kain bermotif batik dari China. Walaupun waspada, namun Hidayat mengaku kualitas kain bermotif batik dari China itu jauh di bawah kualitas kain batik dari Indonesia.

"Saya tidak anggap itu batik (batik China), karena kualitasnya," kata MS Hidayat di Cengkareng, Rabu (20/2). Meski harganya dan kualitasnya lebih rendah dari batik Indonesia, tetapi Hidaya meminta agar masyarakat bisa jeli mengidentifikasinya.

"Itu (batik China) harus diwaspadai karena harga yang murah," kata Hidayat. Dalam hal peredaran batik impor dari China itu, Menperin akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. "Nanti saya akan bicarakan dengan Menparenkraf," kata Hidayat.

Menperin menuturkan, masuknya batik China tersebut bisa membawa masalah bagi perajin batik di Indonesia karena harganya yang murah. "Semua orang (Negara) menghadapi masalah dengan China, tidak hanya Indonesia saja," katanya. (Muhammad Zulfikar/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×