kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.009   46,00   0,26%
  • IDX 5.795   99,67   1,75%
  • KOMPAS100 753   17,77   2,42%
  • LQ45 571   13,97   2,51%
  • ISSI 201   2,09   1,05%
  • IDX30 323   7,70   2,44%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,97   2,36%
  • IDXV30 108   1,50   1,41%
  • IDXQ30 104   2,07   2,03%

Mentan: Awal Februari panen jagung 3 juta ton


Rabu, 27 Januari 2016 / 17:19 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kelangkaan jagung di pasaran pasca distopnya impor membuat harga pakan ternak naik. Sebab, 50% bahan baku pakan ternak berasal dari jagung. Selain langka, harga jagung lokal juga meroket tinggi sekitar Rp 6.500 - Rp 7.000 per kilogram (kg).

Sejumlah produsen pakan ternak pun memilih mencari produk subtitusi jagung yakni gandum. Bahkan, Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) menggunaakn 15%-20% gandum sebagai pengganti jagung untuk pakan ternak.

Karena itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pada awal Februari nanti, akan ada panen jagung sebanyak 3 juta ton. "Kita akan segera panen jagung, pada awal Februari, pekan depan akan ada 3 juta ton panen jagung," ujar Amran, Rabu (27/1).

Dengan panen sebanyak itu, Amran optimis harga jagung bisa turun ke kondisi normal sekitar RP 3.200 per kg. Bila harga jagung kembali normal, maka harga pakan akan ikut turun dan turut menekan harga ayam di pasaran yang sudah mencapai sekitar RP 35.000 per kg dari harga normal sekitar Rp 32.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×