kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Menteri BUMN ingin segera bentuk holding energi


Rabu, 13 April 2016 / 13:49 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wacana pembentukan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin jelas. Menteri BUMN Rini Soemarno menyebut, sudah ada beberapa BUMN yang diproses untuk menjadi induk usaha.

Rencana tersebut disusun setelah Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan selesai melakukan kajian. "Kemarin saya sudah bicara dengan Menkeu, yang sudah selesai adalah Pertamina, kami akan mengajukan PP-nya. Semoga ada tiga lagi yang akan selesai yaitu jalan tol, tambang, dan keuangan," ujar Rini di sela acara HUT Kementerian BUMN di Gedung Utama Pertamina Jakarta pada Rabu (13/4).

PT Pertamina (persero) pun akan segera menjadi induk BUMN di bidang energi dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai anak usaha. "Pada dasarnya kami masih pakai nama Pertamina, yang akan masuk disitu adalah Pertamina memiliki PGN," jelasnya.

Nah, untuk melancarkan rencana pembentukan holding BUMN energi ini, Rini pun akan segera melaporkannya kepada DPR. Ditargetkan pembentukan holding BUMN energi ini bisa segera berjalan sebelum Hari Raya pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×