kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Utilisasi Baru 73%, Kemenperin Dorong Keramik Garap Pasar Ekspor


Kamis, 04 Juni 2026 / 16:30 WIB
Utilisasi Baru 73%, Kemenperin Dorong Keramik Garap Pasar Ekspor
ILUSTRASI. Investasi di Batang, Produsen Keramik Lokal Siap Penuhi Pasar Domestik dan Ekspor (Dok/Kemenperin)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri keramik nasional memperluas pasar ekspor seiring masih besarnya ruang peningkatan utilisasi kapasitas produksi di dalam negeri.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza mengatakan, saat ini industri keramik nasional memiliki kapasitas terpasang mencapai 650 juta meter persegi per tahun dengan tingkat utilisasi sekitar 73%. Dengan tingkat utilisasi tersebut, masih terdapat ruang produksi yang cukup besar untuk memenuhi pasar ekspor.

"Kalau kita tingkatkan kapasitasnya Pak Edy dalam beberapa tahun ke depan sebenarnya masih ada sekitar 150 juta meter square yang bisa diproduksi yang barangkali bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tapi bisa digunakan untuk melakukan ekspansi lebih besar lagi di pasar ekspor di pasar global," ujar Faisol dalam pembukaan Keramika Expo Indonesia 2026 di NICE Tangerang, (4/6/2026). 

Baca Juga: Industri Keramik Siapkan Investasi Rp 25 Triliun hingga 2029

Menurut Faisol, kontribusi ekspor industri keramik nasional saat ini masih relatif kecil, yakni sekitar 3% dari total produksi. Karena itu, peningkatan ekspor dinilai menjadi peluang untuk mengoptimalkan kapasitas produksi yang belum termanfaatkan secara penuh. 

Ia menilai industri keramik Indonesia memiliki peluang untuk memperluas penetrasi pasar di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, sejumlah produsen nasional telah menembus pasar Malaysia, Filipina dan Thailand.

"Setelah menguasai Malaysia, Filipina dan Thailand, negara-negara lain di kawasan regional bisa menjadi pasar baru bagi industri keramik Indonesia," katanya. 

Kemenperin melihat prospek ekspor keramik masih terbuka lebar mengingat nilai perdagangan keramik global mencapai lebih dari US$ 282 miliar. Nilai pasar tersebut dinilai menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perannya sebagai salah satu produsen keramik terbesar dunia. 

Faisol mengatakan, meski pasar keramik global sedang mengalami perlambatan, kondisi tersebut justru dapat menjadi momentum bagi produsen dalam negeri untuk memperluas pangsa pasar internasional.

Baca Juga: ASAKI Khawatir Harga Gas US$ 15 per MMBTU Gerus Daya Saing

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto menambahkan, industri keramik nasional saat ini berada dalam fase ekspansi setelah berhasil meningkatkan kapasitas produksi dalam beberapa tahun terakhir.

ASAKI mencatat kapasitas terpasang industri keramik meningkat dari 538 juta meter persegi per tahun pada 2021 menjadi 650 juta meter persegi pada 2025. Kapasitas tersebut diproyeksikan kembali naik menjadi 672 juta meter persegi pada 2026 dan mencapai 728 juta meter persegi pada 2029. 

Meski demikian, pasar domestik masih menjadi tujuan utama industri. Edy menyebut sekitar 95% produksi keramik nasional saat ini diserap pasar dalam negeri, sementara ekspor masih menyumbang porsi yang relatif kecil. 

Menurut Faisol, kombinasi antara kapasitas produksi yang besar, dukungan kebijakan pemerintah, serta peluang pasar ekspor yang masih luas dapat menjadi modal bagi Indonesia untuk meningkatkan posisinya dalam industri keramik global.

Baca Juga: Utilisasi Industri Keramik Diproyeksi Tembus 75% pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×