Reporter: Azis Husaini, Diki Mardiansyah | Editor: Azis Husaini
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendengar bahwa perusahaan sawit yang memproduksi biodiesel menaikkan harga. Hal ini akan menjadi sandungan program B40 yang akan digenjot pada tahun ini.
Seperti diketahui, Kementerian ESDM menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis Biodiesel untuk Bulan Desember 2024 sebesar Rp14.389 per liter ditambah ongkos angkut. Adapun HIP Biodiesel Februari 2025 belum ditetapkan.
Sementara itu, data dari Kementerian ESDM realisasi produksi biodiesel mencapai 13,15 juta kiloliter (kL) sepanjang 2024. Angka tersebut naik 7,79% jika dibandingkan produksi biodiesel pada 2023 sebesar 12,2 juta kL.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah mendengar ada yang ingin menaikkan harga biodiesel. “Ada yang mau menaikkan harga,” kata dia dalam konfrensi pers, kemarin.
Saat ini produksi biodiesel pada tahun 2017 hanya sebesar 3,42 juta kL dan terus naik hingga pada 2024 mencapai 13,15 juta kL.
"Ini dari B35 pada 2023 sebesar 12,2 juta kL, sekarang menjadi 13,15 juta kL. Nah, untuk B40 pada 2025 kami rencanakan sekitar 15,6 juta produksi biodiesel," kata Bahlil dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin (3/2).
Bahlil memastikan pada tahun ini hingga tahun depan bakal mendorong penerapan program mandatori B50 agar Indonesia tidak lagi mengimpor solar sebagai upaya mendorong kedaulatan energi.
Lebih lanjut, terjadi penghematan devisa pada 2024 sebesar US$ 9,33 miliar atau setara Rp 147,5 triliun dengan adanya pemanfaatan biodiesel dan penyerapan tenaga kerja lebih dari 14.000 orang (off-farm) dan 1,95 juta orang (on-farm). Selain itu, ada pengurangan emisi mencapai 41,46 juta ton CO2 ekuivalen.
Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan produksi biodiesel sebanyak 15,616 atau hampir 15,62 juta kilo liter (kL).
"Target volume total itu 15,616 juta kiloliter, atau 15,62 (juta) lah. Dan itu menggunakan kapasitas pabrik eksisting yang sekarang ada, (kapasitasnya) itu sampai 81%," ujar Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, di Jakarta, Selasa (17/12).
Jika dibandingkan dengan volume produksi dari biodiesel B35 sepanjang tahun ini yang berada di angka 13,41 juta kL, artinya akan ada peningkatan produksi sebesar 16,48%.
Eniya menambahkan, volume produksi biodiesel Indonesia masih belum maksimal, adapun jika dalam kapasitas full maka total produksi bisa mencapai 19 juta kL.
"Jadi masih ada jeda 19% karena kapasitas total itu 19 juta, sedangkan kita menggunakan 15,62 juta. Belum maksimal karena baru 81% digunakan, biasanya pabrik-pabrik itu fine-tuning-nya ada, dia harus prepare," tambahnya
Selanjutnya: DPR Sahkan RUU BUMN Jadi Undang-Undang
Menarik Dibaca: Tips Konsumsi Makanan Karbohidrat agar Gula Darah Tetap Terkontrol
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News