kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.025   27,00   0,15%
  • IDX 6.135   -12,86   -0,21%
  • KOMPAS100 796   -2,07   -0,26%
  • LQ45 612   -0,21   -0,03%
  • ISSI 212   0,27   0,13%
  • IDX30 339   -0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 429   1,69   0,40%
  • IDX80 91   -0,24   -0,27%
  • IDXV30 116   0,09   0,08%
  • IDXQ30 110   0,44   0,40%

Menteri ESDM: Pemasukan Negara Berpotensi Berkurang Jika Freeport Stop Ekspor Tembaga


Senin, 03 April 2023 / 16:14 WIB
ILUSTRASI. Menteri ESDM Sebut Negara Berpotensi Berkurang Pemasukan Jika Freeport Stop Ekspor Tembaga. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana melakukan penghentian ekspor tembaga pada pertengahan tahun ini. Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebut adanya potensi negara berkurang pendapatan dari PT Freeport Indonesia jika wacana tersebut berlaku.

Ia menerangkan, pemerintah saat ini memiliki 51% saham dari PR Freeport Indonesia. Jika Freeport terpaksa harus berhenti dalam melakukan ekspor tembaga di pertengahan tahun ini, maka potensi pajak dari ekspor tembaga juga akan berpotensi berkurang.

"Kalau misal dilarang ya loss-nya banyak. Karena kita 51% dan kemudian ada lagi pendapatan-pendapatan yang berbentuk pajak oleh pemerintah," kata Arifin, Senin (3/4).

Baca Juga: Wilayah Freeport Berubah, Saham 10% Pemda Dibagi ke Pemprov Papua atau Papua Tengah?

Ia mengatakan, potensi kehilangan pendapatan negara dari larangan ekspor tembaga dari PT Freeport Indonesia sendiri cukup besar.

"(Potensial kehilangan) cukup besar ya. Hitung aja kalau harganya US$ 4,5 dolar per pon tembaga. Itu revenue-nya ya satu tahun bisa US$8 miliar," kata Arifin.

Disinggung apakah akan ada relaksasi bagi PT Freeport Indonesia dengan adanya rencana pemberlakuan larangan ekspor tembaga, Arifin menyebut masih akan dibahas lebih lanjut.

Adapun pada pertemuan dengan Presiden hari ini, Arifin menyebut hal tersebut belum dibahas secara spesifik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×