kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.913   3,00   0,02%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Menteri Imipas Harapkan Aplikasi All Indonesia Jadi Pendorong Industri Wisata


Jumat, 26 September 2025 / 16:31 WIB
Diperbarui Sabtu, 27 September 2025 / 16:02 WIB
Menteri Imipas Harapkan Aplikasi All Indonesia Jadi Pendorong Industri Wisata
ILUSTRASI. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Sumber Foto: Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Integrasi sistem keimigrasian hingga karantina dalam sistem All Indonesia diharapkan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri wisata.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Integrasi sistem keimigrasian, bea cukai, kesehatan, hingga karantina dalam sistem All Indonesia diharapkan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri wisata. 

Mulai 1 Oktober mendatang, pemerintah resmi menerapkan sistem All Indonesia di seluruh bandara, pelabuhan penumpang internasional, hingga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) untuk mempermudah proses kedatangan penumpang maupun awak sarana pengangkut yang masuk ke Indonesia. 

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memastikan, data yang diinput penumpang tidak diproses secara terbuka dan langsung masuk ke sistem back end melalui jalur private yang aman. 

Baca Juga: Catat! Mulai 1 Oktober 2025, Semua Bandara dan Pelabuhan Pakai Sistem All Indonesia

Pun, seluruh distribusi data ke kementerian/lembaga terkait dilakukan melalui koneksi private imigrasi, bukan jaringan publik. 

“Dengan mekanisme ini, kerahasiaan dan keamanan data pribadi tetap terjaga, sekaligus memastikan hanya instansi berwenang yang bisa mengaksesnya,” jelas Agus kepada Kontan, Jumat (26/9/2025). 

All Indonesia tidak hanya tersedia di aplikasi, tetapi juga versi web. Dus, kata Agus, kendala tertentu pada aplikasi atau device yang digunakan dapat dengan mudah diatasi. 

Agus menjelaskan, integrasi bakal memudahkan wisatawan mancanegara agar tak perlu lagi mengisi formulir terpisah di setiap pos pemeriksaan. “Data yang sudah diinput melalui aplikasi akan otomatis terbaca oleh seluruh instansi terkait, sehingga mempercepat alur pemeriksaan di bandara maupun pelabuhan,” katanya.

Dengan begitu, wisatawan mancanegara mendapat pengalaman masuk ke Indonesia yang lebih cepat, transparan, dan nyaman. Nah, hal ini mendukung peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di kawasan regional.

Sejalan dengan itu, Sekjen DPP Asosiasi Biro Perjalanan dan Wisata Indonesia (ASITA) Budi Ardiansjah berharap sistem ini dapat mencatat data kunjungan wisatawan dengan baik. Dus, ke depannya angka kunjungan wisatawan dapat tersaji secara real-time. 

Ia juga optimistis masalah keamanan tak akan menghambat dampaknya. “Tidak ada data-data yang terlalu privasi. Hanya yang dipertanyakan kenapa WNI juga harus mengisi, tidak seperti negara lain yang lebih memberikan keleluasaan bagi warga negaranya,” katanya kepada Kontan, Jumat (26/9/2025).

Baca Juga: AirAsia Imbau Penumpang Isi Aplikasi All Indonesia Sebelum Tiba di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×