kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Menteri Pertanian enggan tanggapi langkah impor 500.000 ton beras


Senin, 15 Januari 2018 / 17:14 WIB
Menteri Pertanian enggan tanggapi langkah impor 500.000 ton beras
ILUSTRASI. STOK BERAS MEDIUM BULOG


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan beberapa waktu yang lalu mengatakan akan mengimpor beras khusus sebanyak 500.000 ton.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun enggan menanggapi keputusan Menteri Perdagangan tersebut. Dia hanya mengatakan, fokus Kementerian Pertanian (Kemtan) adalah memproduksi padi di Indonesia.

"Kita Rapat Kerja Nasional (Rakornas) domainnya adalah tanam, masalah produksi," jelas Amran kepada media, Senin (15/1).

Amran pun enggan membahas tentang data produksi padi saat ini. Menurutnya, data produksi merupakan ranah Badan Pusat Statistik (BPS). "Data kita serahkan ke BPS jadi satu pintu, yang penting tidak ada impor jagung di tahun 2017. Itu kita jadikan ukuran," ujar Amran.

Menurut Amran, produksi padi di tahun ini tetap ada. Melalui perhitungan kasar, Amran menjelaskan, bila masa tanam dilakukan sejak Oktober, maka panen raya akan berlangsung mulai Februari hingga April.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarji Gatot Irianto mengatakan hingga saat ini panen masih terus berlangsung, dan stok beras masih mencukupi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×