kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Menyusuri Jalan Berliku Mencapai Target Pembangkit Gas 10,3 GW dalam RUPTL 2025-2034


Selasa, 22 September 2026 / 19:09 WIB
Menyusuri Jalan Berliku Mencapai Target Pembangkit Gas 10,3 GW dalam RUPTL 2025-2034
ILUSTRASI. Target Pembangkit Gas 10,3 GW dalam RUPTL 2025-2034 (KONTAN/Chelsea Anastasia)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) sekitar 10 Gigawatt (GW) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 dibayangi tantangan dari hulu hingga hilir.

Di satu sisi, kebutuhan listrik yang terus tumbuh membuka ruang investasi pembangkit gas. Namun di sisi lain, ketersediaan gas, infrastruktur, hingga pasokan turbin masih menjadi pekerjaan rumah.

Untuk diketahui, RUPTL PLN 2025-2034 memuat rencana penambahan pembangkit gas sekitar 10,3 GW hingga 2034. Pembangkit gas masih dibutuhkan untuk menopang sistem kelistrikan di tengah peningkatan porsi energi terbarukan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Elan Biantoro mengatakan, penguatan pasokan gas domestik masih menjadi tantangan. Saat ini, sekitar 61% alokasi gas nasional telah diarahkan untuk kebutuhan dalam negeri.

Menurut dia, sejumlah proyek hulu diharapkan dapat menambah pasokan, termasuk pengembangan Blok Masela.

Baca Juga: Progres RUPTL PLN 2025-2034: 40% Masuk Tahap Eksekusi, 143 Proyek Sudah Beroperasi

"Khususnya untuk Blok Masela yang sedang berjalan, setelah ditunda bertahun-tahun tetapi akhirnya mulai untuk proyek pengembangan," kata Elan dalam diskusi Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa (22/9/2026).

Namun, tambahan produksi gas saja belum cukup. Elan menilai persoalan distribusi juga perlu diperhatikan karena lokasi sumber gas tidak selalu berdekatan dengan pusat permintaan.

"Sehingga kita harus membangun infrastruktur untuk itu. Kita tahu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan juga Jawa Barat kekurangan pasokan gas, harus didukung oleh sumber gas tambahan," ujarnya.

Sejumlah pembangunan jaringan pipa pun dilakukan untuk menghubungkan sumber pasokan dengan wilayah yang membutuhkan gas.

Dari sisi pembangkit, PT PLN (Persero) juga menyiapkan pengembangan kapasitas gas sekaligus infrastruktur pendukungnya.

EVP Strategic Generation Planning PT PLN, Parulian Noviandri mengatakan, PLN berencana mengembangkan sekitar 5 GW pembangkit gas hingga 2030.

Namun, pengembangan pembangkit tersebut membutuhkan kesiapan infrastruktur di sisi tengah, terutama fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG (Floating Storage and Regasification Unit/FSRU).

"Karena kita juga membutuhkan infrastruktur di tengah (midstream), seperti FSRU dan hal-hal lainnya. Kami berencana mengembangkan lima lokasi baru untuk FSRU," ungkapnya.

Selain itu, kata Parulian, PLN menjalankan program gasifikasi pada sejumlah sistem kelistrikan, antara lain di Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Program tersebut ditujukan untuk mengonversi penggunaan bahan bakar minyak menjadi gas.

Sementara itu, dari sisi pelaku usaha, President Director PT Mitsubishi Power Indonesia Nobuhiro Kawai mengatakan pasar pembangkit gas global berubah cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Permintaan pembangkit gas meningkat, antara lain didorong oleh pertumbuhan pusat data dan kebutuhan pembangkit yang dapat mendukung sistem kelistrikan saat penggunaan energi terbarukan meningkat.

Baca Juga: PLN Ungkap 4.118 Proyek di RUPTL Butuh Investasi Rp 3.000 Triliun, Ini Rinciannya

Menurut Kawai, kondisi tersebut membuat kepastian rencana investasi dan jadwal proyek menjadi semakin penting untuk mengantisipasi tekanan pada rantai pasok.

"Jadi, dari perspektif kami, penyelarasan strategis sejak awal sangat penting. Peningkatan transparansi dan kepastian mengenai rencana investasi serta jadwal proyek akan memungkinkan rantai pasokan yang lebih luas untuk mendukung pasokan listrik Indonesia," kata Kawai.

Hal senada disampaikan produsen listrik asal Jepang, JERA Asia. Chief Operating Officer JERA Asia, Ryutaro Suzuki menilai prospek pembangkit gas tetap didukung oleh pertumbuhan permintaan listrik dan peran gas dalam bauran energi.

Namun, tantangannya, proyek pembangkit gas merupakan proyek terintegrasi yang membutuhkan kesiapan berbagai komponen secara bersamaan,

“Lahan dan pasokan bahan bakar, kapal, hingga jaringan transmisi semuanya harus siap pada waktu yang tepat. Saya kira, itulah tantangan terbesarnya,” ujar Suzuki.

Lebih lanjut, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pemasok gas juga melihat kebutuhan infrastruktur LNG akan semakin besar seiring dengan bertambahnya permintaan.

Baca Juga: Kejar Investasi RUPTL 2025-2034, Pemerintah Dorong Pemanfaatan Nilai Ekonomi Karbon

Group Head Gas Supply & LNG Trading PT PGN, Anas Pradipta mengatakan, tambahan pasokan dalam jumlah besar ke depan lebih banyak berasal dari LNG, sementara proyek pipa baru belum cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Karena itu, pengembangan infrastruktur LNG, termasuk FSRU, terus digenjot. Menurut Anas, kondisi utilisasi FSRU juga sudah berubah dibandingkan beberapa tahun lalu.

"Kalau kita berbicara tentang FSRU, sekitar tahun 2023 sebagian besar FSRU kosong. Bahkan Lampung, penggunaannya hanya sekitar 20%-30% dari kapasitas. Namun hari ini, FSRU Lampung dan FSRU Nusantara Regas sudah mencapai hampir 100%," jelas Anas.

Infrastruktur yang dibangun saat ini, katanya, akan menopang kebutuhan listrik dan industri dalam beberapa tahun mendatang.

"Kita perlu mengamankan semua infrastruktur pada tahun 2026 dan paling lambat pada awal tahun 2027," tandas Anas.

Baca Juga: ESDM Revisi RUPTL 2025-2034, Target Rampung Sebelum Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×