kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Merambah pasar Aceh, Japfa (JPFA) resmikan pabrik penetasan telur


Jumat, 11 Oktober 2019 / 15:34 WIB

Merambah pasar Aceh, Japfa (JPFA) resmikan pabrik penetasan telur
ILUSTRASI. (Kiri-Kanan) Bupati Aceh Besar, Ir. H. Mawardi Ali; Kepala BNN RI, Komjen Pol Drs. Heru Winarko; Head of Feed Operation unit Medan & Padang Indojaya; Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng; Komisaris Utama JAPFA, Syamsir Siregar;

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melalui anak usahanya, PT Indojaya Agrinusa rambah pasar Aceh dengan meresmikan 1 unit Hatchery dan Teaching Farm, Selasa (8/10).

Pabrik Penetasan Telur (Hatchery) telah diresmikan Hatchery JPFA seluas 6.2 hektare di desa Seulimeum, Aceh Besar. Pembangunan Hatchery ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus meningkat di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Hal ini juga merupakan salah satu wujud komitmen JPFA untuk dapat membantu peternak lokal dalam menyediakan anak ayam broiler yang berkualitas dan mendukung kemandirian pangan khususnya dalam penyediaan pasokan protein hewani bagi masyarakat.

Baca Juga: Harga ayam naik, saham CPIN, JPFA dan MAIN mulai mendaki

 “Pemerintah siap membantu masyarakat untuk dapat bekerjasama dengan JPFA ini, karena bagaimana pun hal tersebut juga akan memajukan ekonomi daerah. Selain itu, kami berharap kehadiran Hatchery ini juga bisa membina lingkungan dan sosial, khususnya masyarakat sekelilingnya supaya dapat menciptakan keamanan, terlebih lagi juga kenyamanan,” ujar Bupati Aceh Besar Mawardi Ali dalam sambutannya.

Hatchery juga akan membantu menyediakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar Seulimeum, di mana JPFA akan memperkerjakan 94% dari jumlah total pekerja yang dibutuhkan dari daerah setempat.

Selain Hatchery, JPFA juga meresmikan Teaching Farm hasil kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH). Fasilitas penelitian yang dibangun di Desa Ie Su’um, kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar ini, rencananya akan mulai dipasok anak ayam atau Chick In pada bulan Oktober ini.

Baca Juga: Saham JPFA diperdagangkan senilai Rp 5 miliar, harga saham bertahan di Rp 1.505

Kerja sama yang disambut baik oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UNSYIAH ini, merupakan bentuk kontribusi JAPFA di bidang Pendidikan.

“Sejalan dengan nilai JPFA untuk Bergerak Menuju Kesejahteraan Bersama, JAPFA berkomitmen untuk meningkatkan kualitas anak bangsa. Oleh karenanya, JAPFA bersinergi dengan pemerintah dan akademisi dalam menciptakan SDM Unggul guna mewujudkan Indonesia Maju 2045,” ujar Anwar Tandiono (Acai), Head of Feed Operation Unit Medan & Padang Indojaya dalam keterangan persnya, Jumat (11/10).

Fasilitas yang dibangun JPFA terdiri dari tiga unit kandang, yakni: Commercial Farm Closed House berkapasitas 10.000 ekor, Commercial Farm Open House Panggung berkapasitas 5.500 ekor, dan Commercial Farm Open House Postal berkapasitas 4.500 ekor.

Masing-masing kandang memiliki ukuran 8x70m dan sudah dilengkapi dengan fasilitas pendukung ternak berupa tempat pakan, tempat minum, kipas angin, blower, dan mesin penghangat ayam (Gasolek).

Baca Juga: Simak rekomendasi MNC Sekuritas untuk saham TBLA, ADHI, UNTR, JPFA hari ini

Dr. drh. Muhammad Hambal, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala menambahkan “Kami amat sangat mengapresiasi dukungan JAPFA, dengan kontribusi ini, mahasiswa kami akan dapat langsung belajar dan praktik di lapangan mulai dari pemeliharaan ternak, pemantauan kesehatan ternak, biosecurity, hingga fungsi manajemen bisnis industri perternakannya, dengan begitu kami optimistis dapat mempersiapkan para mahasiswa kami untuk siap terjun ke industri perternakan”.  

PT Indojaya Agrinusa merupakan salah satu anak usaha JPFA yang bergerak dalam bidang agribisnis, dengan memiliki lini kegiatan produksi pakan ternak, pembibitan ayam dan Kemitraan budidaya ayam broiler (pedaging), serta budidaya perairan.


Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan


Close [X]
×