kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Strategi Jababeka (KIJA) Kejar Target Marketing Sales Rp 3,75 Triliun pada 2026


Selasa, 10 Februari 2026 / 17:52 WIB
Strategi Jababeka (KIJA) Kejar Target Marketing Sales Rp 3,75 Triliun pada 2026
ILUSTRASI. KIJA yakin target Rp 3,75 triliun di 2026 tercapai berkat diversifikasi rantai pasok global. (Dok/KIJA)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menetapkan target penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp 3,75 triliun pada tahun 2026. KIJA optimistis investasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mengalir ke kawasan industri Cikarang maupun Kendal.

Corporate Secretary Jababeka, Muljadi Suganda membeberkan bahwa dari target marketing sales tersebut, kontribusi dari Cikarang dan lainnya akan mencapai Rp 1,25 triliun. Terdiri dari Rp 800 miliar penjualan tanah matang dan produk industri, serta Rp 450 miliar dari produk residensial dan komersial.

Sedangkan kontribusi dari Kendal diproyeksikan mencapai Rp 2,5 triliun, yang seluruhnya merupakan produk industri. Manajemen KIJA memandang outlook kawasan industri masih positif pada tahun ini. Muljadi memperkirakan permintaan dari investor asing tetap kuat, seiring tren diversifikasi rantai pasok global, pertumbuhan sektor manufaktur berorientasi ekspor, serta meningkatnya kebutuhan fasilitas industri yang siap pakai.

Baca Juga: Kemenhub Jamin Mudik 2026 Aman: Cek Bus di 115 Terminal!

"Pengembangan produk standard factory building, kawasan industri terintegrasi, serta dukungan infrastruktur dan utilitas diharapkan menjadi pendorong utama marketing sales tahun ini," ungkap Muljadi saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (10/2/2026).

Muljadi menambahkan, sektor industri yang berpotensi menjadi kontributor pembelian lahan pada 2026 masih didominasi oleh sektor manufaktur berorientasi ekspor, industri pendukung rantai pasok, serta sektor ekonomi digital dan logistik yang terus berkembang. Sektor-sektor tersebut mencerminkan kebutuhan investor terhadap kawasan industri yang terintegrasi, memiliki akses logistik yang baik, serta didukung utilitas dan infrastruktur yang siap pakai.

"Untuk awal 2026, Perseroan melihat minat investor masih cukup aktif, baik dari domestik maupun asing, khususnya untuk lahan industri di Kendal dan Cikarang. Proses penjajakan dan negosiasi dengan beberapa calon tenant juga terus berjalan," imbuh Muljadi.

Chairman & Founder Kawasan Industri Jababeka, Setyono Djuandi Darmono sebelumnya menyampaikan bahwa meski berada dalam lanskap global yang penuh ketidakpastian, KIJA melihat outlook kawasan industri Indonesia tetap positif.

"Pada 2026, kami melihat permintaan lahan industri datang dari beberapa sektor utama, baik dari PMA maupun PMDN," kata Darmono kepada Kontan.co.id, belum lama ini.

Baca Juga: Produksi Kopi Susut Akibat Bencana Sumatra, Pebisnis Dituntut Adaptif

Darmono memetakan tiga sektor industri yang potensial menggerakkan permintaan lahan industri pada tahun ini. Pertama, industri manufaktur yang berorientasi ekspor. Antara lain industri otomotif & komponen, termasuk kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dan baterai, serta industri mesin dan elektronik.

Kedua, industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) atau hilirisasi. Antara lain mencakup industri logam, kimia dasar dan petrokimia, serta agro-industri bernilai tambah. "Hilirisasi tidak lagi hanya di luar Jawa, tetapi juga mulai masuk ke kawasan industri terintegrasi dengan pelabuhan dan logistik," imbuh Darmono.

Ketiga, industri berbasis teknologi tinggi. Antara lain data center & infrastruktur digital, kesehatan dan alat medis, serta bio-teknologi, processed food dan clean technology. "Permintaan dari sektor ini memang tidak selalu besar dari sisi luasan lahan, tetapi sangat tinggi dari sisi nilai investasi dan kualitas ekosistem," tandas Darmono.

Cetak Rekor Marketing Sales pada 2025

Menengok kinerja tahun lalu, KIJA membukukan marketing sales senilai Rp 3,6 triliun sepanjang 2025. Capaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Jababeka, sekaligus melampaui target marketing sales yang sebelumnya ditetapkan Manajemen KIJA senilai Rp 3,5 triliun. 

Marketing sales KIJA pada 2025 mencerminkan pertumbuhan sekitar 13% dibandingkan capaian tahun 2024 yang kala itu tercatat sebesar Rp 3,19 triliun.

"Kinerja tersebut sekaligus menegaskan daya tarik kawasan industri KIJA yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global," ungkap Muljadi.

Muljadi merinci, marketing sales dari Cikarang pada tahun 2025 mencapai Rp 1,1 triliun atau meningkat sekitar 5% secara tahunan. Hasil itu berasal dari penjualan lahan dengan total luas 21,2 hektare di seluruh segmen. Pencapaian ini terutama berasal dari penjualan tanah matang kawasan industri senilai Rp 567,4 miliar dengan lahan seluas 18 hektare.

Sementara untuk produk tanah dan bangunan sebesar Rp 365,4 miliar, berasal dari bangunan pabrik (standard factory building) dan produk residensial komersial masing-masing sebesar Rp 292,7 miliar dan Rp 72,7 miliar.

Dari total penjualan tanah matang dan bangunan pabrik sebesar Rp 860 miliar, sebanyak 48% berasal dari investor domestik. Sedangkan 52% berasal dari investor asing, terutama dari Korea dan China. Penjualan tunggal terbesar adalah penjualan lahan seluas 6 hektare kepada Perusahaan Korea di sektor Personal Care dan 4 hektare kepada sebuah perusahaan Indonesia di sektor data center. 

Sementara itu, Kendal menyumbang marketing sales sebesar Rp 2,51 triliun dari penjualan 142 hektare lahan pada tahun 2025. Marketing sales dari Kendal meningkat sekitar 17% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 2,14 triliun.

Di Kendal, investor asing mendominasi dengan kontribusi sekitar 89% dari total nilai marketing sales tahun 2025, terutama berasal dari China, Hong Kong, dan Taiwan. Sedangkan investor domestik menyumbang 11%.

Transaksi terbesar di kawasan Kendal sepanjang 2025 mencakup penjualan lahan kepada perusahaan asal China  untuk sektor industri ban seluas 8 hektare, bahan bangunan seluas 7 hektare, serta furnitur seluas 13 hektare.

Selain dari China, KIJA juga mencatatkan penjualan lahan seluas 12 hektare kepada perusahaan furnitur asal Indonesia, serta satu transaksi penjualan lahan seluas 13 hektare kepada perusahaan kemasan asal Hong Kong.

Selanjutnya: Jurus Pemerintah Jaga Defisit Fiskal di Bawah 3% dan Kejar Tax Ratio 12%

Menarik Dibaca: UMKM Bisa Bikin QRIS Tanpa Buka Rekening Baru di iFortepay

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×