kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Mercedes Benz masih andalkan pasokan ban dari Brasil


Jumat, 11 November 2011 / 16:48 WIB
Mercedes Benz masih andalkan pasokan ban dari Brasil
ILUSTRASI. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menunjukkan mobil listrik saat diluncurkan sebagai kendaraan dinas Kementerian Perhubungan di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (16/12/2020). 


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Edy Can

JAKARTA. Mercedes Benz rupanya masih mengandalkan pasokan ban dari Brasil. Padahal, PT Mercedes Benz Indonesia (MBI) telah menjalankan pabrikasi mobil mewah itu di Bogor, Jawa Barat.

Direktur Pemasaran MBI Yuniadi Hartono berdalih penggunaan ban dari Brasil ini atas pertimbangna ekonomi. Menurutnya, angka penjualan sedan premium tersebut di pasar dalam negeri baru sektiar 4.000 hingga 5.000 unit per tahun.

Angka penjualan tersebut masih belum cukup besar bagi produsen ban untuk mendirikan produksinya di Indonesia. "Kalau skalanya besar nanti vendor pasti akan bangun di sekitar pabrik mobil," katanya, Jumat (11/11).

Selain perhitungan ekonomis, Yuniadi mengatakan, pihaknya juga mempertimbangkan kualitas dan skala industri pemasok dari perusahaan lokal. Menurutnya, jika kualitas dan skalanya tidak memenuhi maka MBI tidak akan memaksakan harus memakai produk lokal.

Selain sedan mewah, MBI pun memproduksi bus mewah. Saat ini, pangsa pasar bus mewah sekitar 1.500 unit-2.000 unit. Sayangnya, dia tidak menjelaskan rinci mengenai porsi penguasaan pasar MBI pada segmen bus mewah itu. "Susah dirinci, soalnya kita tidak impor. Kita buat berdasar pesanan. Kalau impor pasti sudah ada perhitungan dari jauh-jauh hari," ucapnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×