CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Merpati telah memesan 15 unit pesawat sejenis yang jatuh di Papua


Sabtu, 07 Mei 2011 / 16:55 WIB
ILUSTRASI. Promo Giant 23 Juli – 5 Agustus 2020 harganya serba serbu. Gerai supermarket Giant. KONTAN/Muradi/2019/01/24


Reporter: Dyah Megasari

JAKARTA. Maskapai Merpati Nusantara Airlines sebenarnya memesan 15 unit pesawat jenis MA-60. Pesawat jenis itulah yang jatuh di Kaimana, pada Sabtu (7/5) siang ini.

Adapun, pembelian pesawat itu pun sebenarnya merupakan bagian dari pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt. Saat ini, baru ada empat unit pesawat jenis MA-60 di tangan Merpati. Karena pada Rabu (4/4) kemarin, kepada Kompas, Sekretaris Perusahaan Merpati Imam Turidi mengatakan, masih ada 11 unit pesawat Merpati jenis MA-60 yang belum datang.

Pesawat yang diproduksi Xi'an Aircraft Industrial Corporation di bawah China Aviation Industry Corporation I (AVIC I), sebenarnya mampu mengangkut 60 orang. Bukan hanya 20-an pesawat seperti pesawat yang jatuh di Kaimana, Papua Barat itu.

Pesawat berbaling-baling ini pun, mampu terbang dengan kecepatan maksimal hingga 514 kilometer per jam. Ditopang oleh dua mesin & Whitney Canada PW127J, dengan wilayah jelajah 1.600 kilometer, pesawat ini mampu terbang hingga 7.620 meter.

Pesawat Merpati jenis MA-60 ini pun, akan dimanfaatkan Merpati untuk melayani jalur penerbangan komuter. Tadinya, Merpati menerbangkan pesawat-pesawat jenis Fokker 27 dan 100. (Haryo Damardono | Asep Candra, Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×