CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.323   90,73   1,46%
  • KOMPAS100 836   12,74   1,55%
  • LQ45 633   5,46   0,87%
  • ISSI 218   3,53   1,64%
  • IDX30 356   1,83   0,52%
  • IDXHIDIV20 441   0,79   0,18%
  • IDX80 95   1,15   1,23%
  • IDXV30 118   0,38   0,32%
  • IDXQ30 114   0,33   0,29%

Merpati telah memesan 15 unit pesawat sejenis yang jatuh di Papua


Sabtu, 07 Mei 2011 / 16:55 WIB
ILUSTRASI. Promo Giant 23 Juli – 5 Agustus 2020 harganya serba serbu. Gerai supermarket Giant. KONTAN/Muradi/2019/01/24


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Maskapai Merpati Nusantara Airlines sebenarnya memesan 15 unit pesawat jenis MA-60. Pesawat jenis itulah yang jatuh di Kaimana, pada Sabtu (7/5) siang ini.

Adapun, pembelian pesawat itu pun sebenarnya merupakan bagian dari pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt. Saat ini, baru ada empat unit pesawat jenis MA-60 di tangan Merpati. Karena pada Rabu (4/4) kemarin, kepada Kompas, Sekretaris Perusahaan Merpati Imam Turidi mengatakan, masih ada 11 unit pesawat Merpati jenis MA-60 yang belum datang.

Pesawat yang diproduksi Xi'an Aircraft Industrial Corporation di bawah China Aviation Industry Corporation I (AVIC I), sebenarnya mampu mengangkut 60 orang. Bukan hanya 20-an pesawat seperti pesawat yang jatuh di Kaimana, Papua Barat itu.

Pesawat berbaling-baling ini pun, mampu terbang dengan kecepatan maksimal hingga 514 kilometer per jam. Ditopang oleh dua mesin & Whitney Canada PW127J, dengan wilayah jelajah 1.600 kilometer, pesawat ini mampu terbang hingga 7.620 meter.

Pesawat Merpati jenis MA-60 ini pun, akan dimanfaatkan Merpati untuk melayani jalur penerbangan komuter. Tadinya, Merpati menerbangkan pesawat-pesawat jenis Fokker 27 dan 100. (Haryo Damardono | Asep Candra, Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×