kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Meski Harga Meroket, IMA Ungkap Suplai Timah Indonesia Masih Terbatas


Selasa, 16 April 2024 / 18:17 WIB
Meski Harga Meroket, IMA Ungkap Suplai Timah Indonesia Masih Terbatas
ILUSTRASI. Indonesia Mining Association (IMA) mengatakan peningkatan harga timah di kancah global. KONTAN/Baihaki/4/10/2010


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Mining Association (IMA) mengatakan peningkatan harga timah di kancah global disebabkan adanya permintaan (demand) yang bertambah sehingga harga cenderung naik. Tetapi pasokan (supply) timah Indonesia masih cenderung terbatas. 

Plh Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Djoko Widajatno mengatakan produksi timah Indonesia sepanjang tahun 2023 berada pada angka 80.000 ton. 

“Ini terserap dalam negeri sebesar 5%. Ekspor dapat ditingkatkan karena ada kelebihan produksi permintaan (demand) akan harga logam tersebut cenderung naik, tetapi supply logam tersebut masih cenderung terbatas,” ungkapnya kepada Kontan, Selasa (16/04). 

Baca Juga: Harga Logam Industri dalam Fase Bullish, Intip Prospeknya

Djoko menambahkan, kenaikan harga timah secara global nampaknya masih akan cukup sulit dimaksimalkan oleh perusahaan-perusahaan timah di Indonesia.                          

“Perusahaan Indonesia terkonsentrasi di Bangka Belitung, saat ini dilanda prahara penyegelan dari dampak korupsi. Jadi untuk meningkatkan penjualan masih banyak kendala, sehingga kesempatan menaikkan keuntungan untuk perusahaan timah tidak tercapai,” tambahnya.                           

Kemudian, untuk memaksimalkan momen kenaikan harga, Djoko tak menyarankan untuk meningkatkan produksi, karena adanya perubahan perencanaan dan izin lingkungan. 

“Kalau meningkatkan produksi harus merubah perencanaan dan izin lingkungan, Studi Kelayakan (feasibility study) atau FS di mana proses perizinannya butuh waktu lama, juga merubah Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) pun masih lambat, karena kelengkapan esensial banyak yang tidak valid,” ungkapnya. 

Baca Juga: Produksi Timah (TINS) Bisa Masuk 10 Besar Dunia, Ini Deretan Pemain Kakap Global

“Menaikkan kapasitas produksi membutuhkan waktu dan kesiapan tenaga, untuk menghadapi kriteria yang dipahami berbeda beda,” tutup dia.

Sebagai tambahan, melansir dari London Metal Exchange (LME), perdagangan timah menunjukkan grafik harga yang terus naik selama bulan April di tahun ini. 

Per- tanggal 2 April, harga timah mencapai 27.000 Dolar Amerika per Metrik Ton pada Kamis, 2 April 2024, hingga mencapai harga 32.353 Dolar Amerika per metrik ton pada Minggu, 14 April 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×