kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Meski Pasar Menantang, Siantar Top (STTP) Incar Pertumbuhan Penjualan Dua Digit


Kamis, 11 Januari 2024 / 17:05 WIB
Meski Pasar Menantang, Siantar Top (STTP) Incar Pertumbuhan Penjualan Dua Digit
ILUSTRASI. Biskuit produk PT Siantar Top Tbk (STTP).


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Siantar Top Tbk (STTP) berupaya mempertahankan kinerja bisnisnya kendati terdapat ancaman pelemahan daya beli masyarakat yang terjadi pada tahun 2024. Direktur Utama Siantar Top Armin menyampaikan, 2024 berpotensi menjadi tahun yang menantang bagi industri konsumer, tidak terkecuali makanan ringan. 

Ini mengingat tanda-tanda pelemahan daya beli masyarakat yang sudah terlihat sejak tahun 2023, kemudian dikhawatirkan berlanjut pada 2024 seiring dengan stagnannya pertumbuhan ekonomi nasional.

"Perekonomian sebenarnya masih oke, tapi daya beli masyarakat berkurang terutama untuk kelas menengah ke bawah," ujar dia, Kamis (11/1).

Memang, terdapat sentimen Pemilu yang di atas kertas seharusnya bisa mendongkrak permintaan produk-produk makanan di Indonesia. Namun, hal tersebut juga bergantung pada kelancaran Pemilu itu sendiri. 

Baca Juga: Amman Mineral (AMMN) Kucurkan Dana Eksplorasi Rp 97,60 Miliar pada Kuartal IV-2023

Meski dalam posisi yang tidak begitu optimis, Manajemen STTP tetap menargetkan pertumbuhan penjualan di level dua digit pada 2024. Harapannya momentum musiman seperti Ramadan dan Lebaran bisa mengangkat penjualan makanan ringan perusahaan.

Di samping itu, STTP juga berupaya menjaga posisi bottom line tetap berada di level yang positif sepanjang tahun ini. Oleh sebab itu, STTP akan memaksimalkan produktivitas pembuatan produk makanan yang dibarengi oleh efisiensi di berbagai lini. 

Pihak STTP merasa beruntung untuk saat ini tidak memiliki kendala terkait ketersediaan bahan baku seperti tepung terigu. Sejauh ini STTP juga tidak terdampak oleh sentimen pemangkasan impor gula rafinasi oleh pemerintah pada 2024.

"Porsi penggunaan gula dalam produk-produk kami terbilang kecil," kata Armin.

Baca Juga: United Bike (UNTD) Menargetkan Produksi 60 Ribu Motor Listrik pada Tahun Ini

Di sisi lain, Armin menyebut pihaknya akan menunggu momen yang tepat dahulu sebelum meluncurkan produk-produk baru. Hal ini supaya produk baru perusahaan bisa langsung diterima masyarakat luas.

Sebagai informasi, STTP menjual produk biskuit dan wafer dengan merek Go!, Go! Potato, Goriorio, dan MyChoco. STTP juga menjual produk snack mie melalui merek Gemez Enaak. Perusahaan ini juga menjual produk kopi instan merek Maestro dan O'Krimer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×