kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Meski Rupiah Melemah, Prodia Pastikan Harga Layanan Tak Naik hingga Akhir 2026


Selasa, 14 Juli 2026 / 19:22 WIB
Meski Rupiah Melemah, Prodia Pastikan Harga Layanan Tak Naik hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Prodia Widyahusada (PRDA) (Dok/Prodia (PRDA))


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) memastikan tidak akan menaikkan harga layanan hingga akhir 2026 meski pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan biaya operasional dan pengadaan bahan baku.

Direktur Prodia Widyahusada Andri Hidayat menyatakan perusahaan berkomitmen untuk tidak membebankan kenaikan biaya tersebut kepada pelanggan melalui penyesuaian harga layanan. 

“Sampai akhir tahun ini Prodia tidak akan menaikkan harga jadi tujuannya adalah apa pun yang terjadi dengan kenaikan kurs tadi, itu kami akan absorb menjadi biaya kami karena kami melihat bagi pasien, bagi pembina laboratorium itu menjadi sesuatu hal yang penting jangan sampai harganya naik,” ungkap Andri, dalam acara media gathering, Selasa (14/7).

Baca Juga: Freeport Sebut Setoran ke Negara Bakal Turun Jadi US$ 2,6 Miliar pada 2026

Dalam menghadapi kondisi pelemahan rupiah tersebut, PRDA menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga kinerja bisnis. Direktur Prodia Widyahusada Marina Eka Amalia menyebutkan, pelemahan rupiah menjadi salah satu tantangan yang diantisipasi perusahaan.

Untuk itu, manajemen langsung menyusun berbagai skenario mitigasi ketika kurs rupiah menembus level Rp 18.000 per dolar AS. 

Dari sisi rantai pasok, PRDA telah mengamankan pasokan bahan baku melalui kerja sama jangka panjang dengan pemasok utama. Manajemen juga melakukan penguncian (lock) nilai tukar dolar AS dalam sejumlah kontrak agar fluktuasi kurs tidak langsung berdampak pada biaya pengadaan.

Selain itu, perusahaan memperketat pengelolaan persediaan (inventory) dan menyiapkan alternatif pemasok maupun reagen untuk mengantisipasi gangguan pasokan.

“Kontrolnya betul-betul sangat maksimal. Jadi so far masih cukup terpendali di supply chain. Kami juga melakukan alternatif itu juga ada, jadi kita pilah mana kerjasama-kerjasama yang memungkinkan ada reagen alternatifnya, itu juga kita mulai cari tahu,” tambahnya.

Baca Juga: Upaya Mendorong Pertumbuhan Anak Sehat Sejak Dini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×