kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Metrodata akan selesaikan pabrik perakitan ponsel


Senin, 08 Juni 2015 / 18:27 WIB
Metrodata akan selesaikan pabrik perakitan ponsel
ILUSTRASI. PLTS Atap di pabrik PT AT Indonesia, entitas Astra Otoparts (AUTO) di Karawang, Jawa Barat.


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) melalui anak usahanya, PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) bakal menyelesaikan instalasi pabrik perakitan atau assembling plant telepon genggam.

Dengan tiga line produksi, pabrik itu akan memiliki kapasitas produksi 50.000 unit per bulan untuk setiap satu shift jam kerja. Lokasinya berada di sekitaran Kelapa Gading.

Strategi ini dilakukan guna menangkap porsi kue bisnis penjualan gadget atau ponsel khususnya yang berbasis 4G LTE. Sebab porsi terbesar terhadap total pendapatan MTDL selama ini memang dari bisnis distribusi perangkat IT dan telekomunikasi, porsinya mencapai 75%.

Sementara distribusi perangkat IT cenderung stagnan. Pada saat yang bersamaan, penjualan ponsel justru mengalami kenaikan signifikan.

Agus Honggo Widodo, Presiden Direktur SMI menjelaskan, fenomena tersebut bisa terjadi lantaran kondisi ekonomi sedang tertekan, khususnya karena pelemahan rupiah. Pada saat bersamaan, kondisi ini masih diperburuk dengan menurunnya daya beli masyarakat.

"Daya beli turun tapi masyarakat tetap butuh ponsel. Tapi memang, lemahnya daya beli membuat masyarakat memilih ponsel yang memiliki grade setingkat dibawahnya sebelum terjadinya pelemahan daya beli, makanya kemarin penjualan Asus kami naik signifikan," tutur Agus.

SMI merupakan salah satu perusahaan yang menjadi distributor resmi ponsel Asus. Agus menambahkan, perseroan sejatinya telah memiliki merek ponsel sendiri yakni Fortis yang kedepannya bakal digenjot produksinya pada assembling plant tersebut. Tapi, produksinya masih kecil.

Ke depan, assembling plant tersebut juga bakal ditawarkan kepada klien sebagai fasilitas perakitan. "Tentunya, pihak yang telah menjadi klien kami yang akan kami dekati untuk menggunakan assembling plant itu," pungkas Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×