kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Metropolitan Land (MTLA) Telah Kantongi Marketing Sales Rp 1,5 Triliun


Sabtu, 16 Desember 2023 / 22:46 WIB
Metropolitan Land (MTLA) Telah Kantongi Marketing Sales Rp 1,5 Triliun
ILUSTRASI. Metland Transyogi Cibubur yang dikembangkan?PT Metropolitan Land Tbk (MTLA). Metropolitan Land (MTLA) Telah Kantongi Marketing Sales Rp 1,5 Triliun.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) telah mencatatkan marketing sales atau pendapatan pra penjualan yang terdiri dari recurring revenue sebesar Rp 1,5 triliun atau sekitar 83% dari target tahunan. Marketing sales tersebut adalah yang berhasil dikumpulkan perseroan hingga akhir November 2023. 

Di samping itu, Direktur MTLA, Olivia Surodjo mengatakan MTLA saat ini memiliki total luas land bank yang sudah dibebaskan sekitar 1.200 hektar (ha) dan yang tersisa untuk dikembangkan sekitar 880 (ha).

“Dari total land bank tersebut sudah digunakan sekitar 30%,” ungkap Olivia kepada Kontan, Sabtu (16/12).

Baca Juga: Marketing Sales Metropolitan Land (MTLA) Menyentuh Rp 1,3 Triliun Hingga Oktober 2023

Ia juga mengungkap menjelang memasuki tahun 2024, perseroan mengambil langkah antisipasi terutama terkait kemungkinan adanya masyarakat yang menahan pembelian di sektor properti.

"Tahun 2024 kita akan menghadapi tahun politik, dari efek tersebut ada kemungkinan masyarakat menahan pembelian. Tapi stimulus dari pemerintah untuk industri properti diharapkan bisa mendorong keputusan membeli calon konsumen,” ungkap Olivia.

 

Salah satu stimulus yang diberikan pemerintah di sektor properti adalah adanya insentif pajak pertambangan nilai (PPN) ditanggung pemerintah. Olivia juga sempat mengatakan PPN periode saat ini perkirakan bisa berkontribusi sekitar 20% dari total penjualan tahun depan. 

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Bangun Perumahan di Kertajati

“MTLA melihat isu sensitif di tahun 2024 adalah isu politik dan kondisi ekonomi global yang bisa berpengaruh kepada kondisi ekonomi dalam negeri seperti kenaikan suku bunga,” katanya. 

“Namun MTLA tidak melihat itu dalam kacamata pesimis tapi lebih ke antisipasi dan kehati-hatian dalam menghadapinya. Untuk beberapa faktor usaha tahun politik justru menjadi momen yang baik seperti bisnis MICE di hotel,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×