Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) optimistis bisa memperbaiki kinerja dengan menumbuhkan pendapatan dan kembali meraih laba bersih pada akhir 2026.
MPXL mengusung sejumlah strategi, salah satunya dengan mengincar kontrak baru pada paruh kedua tahun ini.
Direktur Utama MPX Logistics International, Wijaya Candera mengungkapkan bahwa MPXL berupaya mengejar pertumbuhan pendapatan sekitar 30% dibandingkan capaian tahun lalu.
Sejalan dengan itu, Wijaya meyakini pada tahun ini MPXL bisa kembali meraih laba bersih dengan proyeksi sekitar Rp 15 miliar.
Baca Juga: Strategi MPX Logistics (MPXL) Kejar Kontrak Baru dan Diversifikasi Bisnis pada 2026
Sebagai perbandingan dari kinerja tahun 2025, pendapatan MPXL mengalami penurunan sebesar 36,64% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 200,67 miliar menjadi Rp 127,14 miliar.
MPXL pun berbalik dari meraih laba bersih Rp 12,43 miliar menjadi menanggung rugi sebesar Rp 8,62 miliar.
MPXL memperbaiki kinerja pada awal tahun ini. Pendapatan MPXL tumbuh 9,56% (yoy) dari Rp 32,50 miliar menjadi Rp 35,61 miliar pada kuartal I-2026.
Pada periode yang sama, laba bersih MPXL melonjak dari hanya Rp 43,62 juta menjadi sebesar Rp 1,18 miliar.
Wijaya menjelaskan perbaikan kinerja MPXL terdorong oleh tiga faktor, yakni: optimalisasi kontrak eksisting, efisiensi operasional, serta perolehan kontrak baru. Wijaya meyakini, MPXL bisa menjaga tren pertumbuhan kinerja pada kuartal kedua dan di sisa tahun ini.
"MPXL mendapatkan kontrak dari perusahaan swasta, dan dapat efisiensi truk yang lebih baik. Kinerja MPXL akan semakin solid, 30% pertumbuhan (pendapatan) dengan target proyeksi laba Rp 15 miliar tahun 2026," kata Wijaya saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: MPX Logistics (MPXL) Kantongi Kontrak PSN PLTA Cisokan dari PLN
MPXL sedang berupaya menambah kontrak-kontrak baru, khususnya terkait dengan pengangkutan dan pemindahan material. Hanya saja, Wijaya belum merinci kontrak yang sedang diincar oleh MPXL.
Dia hanya memberikan gambaran bahwa potensi kontrak baru berasal dari bidang infrastruktur. "Sedang progress. Kami disclosed sampai kontrak dapat, baru kami umumkan," imbuh Wijaya.
Sepanjang semester I-2026, MPXL telah mengantongi dua kontrak baru. Pertama, pada 26 Januari 2026, MPXL meneken kontrak dengan PT PLN Indonesia Power UBP Suralaya dan PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah.
Kontrak untuk satu tahun senilai Rp 19 miliar ini terkait pengangkutan dan pemanfaatan limbah abu batubara untuk pembangunan di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cisokan, Bandung Barat.
Kedua, pada 6 Mei 2026, MPXL mengantongi kontrak dengan PT Shenhua Guohua Pembangkit Jawa Bali terkait jasa ash & slag transportation and disposal untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7.
Kontrak ini berlaku untuk tiga tahun hingga Mei 2029 dengan total kapasitas pengangkutan mencapai 1 juta ton.
Baca Juga: MPXL Menggenjot Diversifikasi Bisnis
Guna menopang strategi ekspansi dan penambahan kontrak baru, MPXL menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 50 miliar. Capex MPXL dominan ditujukan untuk menambah jumlah armada, terutama berupa truck tanki hiblow bulk.
MPXL berencana menambah 30 unit armada. Hanya saja, Wijaya menegaskan bahwa realisasi capex serta penambahan jumlah armada MPXL akan bergantung kepada dinamika ekonomi dan perkembangan industri.
"Kami masih wait and see. Kami berencana menambah 30 unit, jika ekonomi membaik," tandas Wijaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













