Reporter: Vina Elvira | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT MRT Jakarta (Perseroda) merampungkan pembangunan terowongan jalur arah utara pada proyek MRT Jakarta Fase 2A lintas utara-selatan yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Kota.
Penyelesaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam pembangunan MRT Fase 2A sekaligus membuka jalan menuju tahapan konstruksi berikutnya.
Baca Juga: Inaplas Sebut Pengamanan Perdagangan Bahan Baku Plastik Perlu Dipercepat
Momen tersebut ditandai dengan breakthrough, yakni saat mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine/TBM) 1 berhasil mencapai titik akhir penggalian dan menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar.
Dengan pencapaian tersebut, terowongan jalur arah utara sepanjang sekitar 5,8 kilometer kini telah menghubungkan lintas utara-selatan MRT Jakarta Fase 1 dan Fase 2A.
Dalam pembangunan terowongan arah utara Fase 2A, PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama kontraktor menggunakan tiga mesin bor terowongan.
Masing-masing mengerjakan paket konstruksi berbeda, yakni CP201 untuk lintasan Bundaran HI Bank Jakarta–Harmoni, CP202 Harmoni–Mangga Besar, serta CP203 Mangga Besar–Kota.
Baca Juga: Permintaan Lahan Industri Melonjak, SSIA Optimistis Target Penjualan 2026 Tercapai
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina mengatakan, titik breakthrough di sisi selatan Stasiun Mangga Besar berada pada kedalaman sekitar 28 meter di bawah permukaan tanah.
Menurutnya, kedalaman tersebut menjadikan terowongan ini, bersama terowongan di Stasiun Sawah Besar, sebagai terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia sekaligus menjadi salah satu pencapaian penting dalam konstruksi sipil nasional.
Pada paket CP202, TBM 1 membangun terowongan sepanjang sekitar 395 meter dari Stasiun Harmoni menuju Stasiun Sawah Besar, serta terowongan sepanjang sekitar 800 meter yang menghubungkan Stasiun Sawah Besar dengan Stasiun Mangga Besar.
"Pencapaian ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, serta kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Fase 2A MRT Jakarta," ujar Weni dalam keterangan resminya, Kamis (9/7/2026).
Ia menambahkan, proses penggalian terowongan jalur arah utara berhasil diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Produsen Minyak Goreng Wajib Pasok Domestik, Antisipasi Dampak B50
Keberhasilan tersebut menjadi langkah penting menuju penyelesaian tahapan konstruksi berikutnya agar proyek tetap berjalan sesuai jadwal.
Saat ini, tim konstruksi PT MRT Jakarta bersama kontraktor tengah menyelesaikan pembangunan terowongan jalur arah selatan yang membentang dari Stasiun Kota menuju Bundaran HI.
Seluruh pembangunan terowongan MRT Jakarta Fase 2A lintas utara-selatan ditargetkan rampung pada kuartal IV 2026.
Hingga 25 Juni 2026, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 61,8%. Perseroan menargetkan segmen 1 Bundaran HI–Monas dapat selesai dan mulai beroperasi pada akhir 2027, sedangkan segmen 2 hingga Stasiun Kota ditargetkan beroperasi pada akhir 2029.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














