kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45839,62   -5,89   -0.70%
  • EMAS1.349.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

MTI Khawatir Pelayanan PT KAI Menurun Karena Harus Bayar Cost Overrun KCIC


Selasa, 11 Juni 2024 / 15:11 WIB
MTI Khawatir Pelayanan PT KAI Menurun Karena Harus Bayar Cost Overrun KCIC
ILUSTRASI. MTI melihat potensi beban pembayaran cost overrun KCIC akan mempengaruhi PT KAI.


Reporter: Aurelia Lucretie | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat potensi beban pembayaran cost overrun Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan mempengaruhi PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

"Impact dari cost overrun yang sangat besar yang ditanggung oleh konsorsium Indonesia terutama KAI, dikhawatirkan akan mengurangi kualitas layanan Kereta Api secara menyeluruh karena biaya-biaya lainnya dikurangi demi untuk pembayaran fasilitas dan atas beban utang KCJB," kata Pengamat Transportasi MTI Leny Maryoury kepada Kontan.co.id, Selasa (11/6). 

Menurut dia, negosiasi ulang diperlukan agar proporsi cost overrun yang ditanggung Indonesia dapat ditekan. "Karena pendapatan operasional dari KCJB secara standard belum mampu menanggung operation and maintenance (O&M) KCJB apalagi untuk membayar utang, tentu saja kinerja operasional menjadi tidak berkelanjutan," terang Leny. 

Dia khawatir akan terjadi minsky moment risk atau terjadi risiko kegagalan pasar yakni ketika pendapatan tidak mampu mendukung O&M sehingga terjadi depresiasi secara cepat.

Baca Juga: Demi Bayar Utang Cost Overrun, KCIC Perlu Dorong Penerimaan Operasional

Adapun besaran cost overrun yang telah disepakati antara Indonesia dengan China sebesar US$ 1,2 miliar atau Rp 18,6 triliun, pembayaran akan dibebankan kepada kedua belah pihak. 

Sebesar 40% dari cost overrun ditanggung oleh konsorsium China, sedangkan Konsorsium Indonesia kebagian menanggung 60% sisanya. 

Dari keseluruhan cost overrun yang ditanggung oleh Indonesia, 25% dibayarkan dengan penyertaan modal negara (PMN) atau sebanyak Rp 3,2 triliun sedangkan sebagian besar sisanya atau 75% ditanggung oleh Konsorsium Indonesia.

Per Februari 2024, PT KAI telah memperoleh pinjaman dari China Development Bank (CDB) sebesar Rp 6,98 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×