kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Musim gugur daun bisa mengangkat harga karet


Selasa, 17 April 2018 / 20:52 WIB
ILUSTRASI. Petani menyadap getah karet


Reporter: Abdul Basith | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki musim gugur daun akan membuat ekspor karet Indonesia kembali membaik. Musim gugur daun akan membuat produksi karet menurun. Hal itu dinilai dapat mengangkat harga karet sehingga memperbaiki nilai ekspor.

"Ketersediaan terbatas kita harapkan harga naik karena gugur daun," ujar Ketua Umum Dewan Karet Indonesia (Dekarindo), Azis Pane kepada Kontan.co.id, Selasa (17/4).

Saat ini harga karet sekitar US$ 1,3 per kilogram (kg). Azis memprediksi harga karet akan naik sedikit di atas angka US$ 1,4 per kg.

Meski begitu, Azis berharap kenaikan harga karet dapat lebih dari itu. "Kita harapkan harga sampai US$ 1,6 per kg atau US$ 1,7 per kg karena suplai turun," terang Azis.

Azis bilang lamanya musim gugur daun belum dapat diprediksi. Hal itu membuat pencapaian kenaikan harga karet tidak dapat terhitung.

Kenaikan permintaan harga karet juga didorong oleh pertumbuhan ekonomi. Ekonomi yang semakin bertumbuh akan membuat kebutuhan kendaraan ikut meningkat.

Hal itu akan membuat permintaan karet pun semakin meningkat. "Sebesar 82% konsumsi karet alam dunia digunakan untuk industri ban," jelas Azis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×